Perundingan Iran-AS di Islamabad Gagal, Tak Capai Kesepakatan Akhiri Perang
Perundingan Iran-AS Gagal, Tak Capai Kesepakatan Akhiri Perang

Perundingan Maraton Iran-AS di Islamabad Berakhir Tanpa Kesepakatan

Perundingan intensif antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang digelar di Islamabad, Pakistan, akhirnya gagal mencapai titik temu. Pembicaraan maraton yang berlangsung selama 21 jam tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang secara permanen antara kedua negara yang telah berkonflik sejak awal tahun 2026.

Pernyataan Resmi dari Pihak AS dan Iran

Wakil Presiden AS JD Vance dalam konferensi pers di Islamabad mengonfirmasi bahwa diskusi substantif telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. "Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat," tegas Vance. Dia menambahkan bahwa delegasi AS akan pulang tanpa membawa kesepakatan.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menggambarkan perundingan berlangsung intensif tetapi menekankan bahwa keberhasilan negosiasi "bergantung pada keseriusan dan itikad baik dari pihak lawan." Baqaei menyerukan Washington untuk menahan diri dari "tuntutan yang berlebihan dan permintaan yang melanggar hukum" serta meminta AS menerima hak dan kepentingan sah Iran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Topik Penting yang Dibahas

Menurut laporan, beberapa isu krusial menjadi fokus pembicaraan, antara lain:

  • Status dan keamanan Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran vital.
  • Program nuklir Iran yang menjadi sumber ketegangan internasional.
  • Upaya pengakhiran total perang yang telah berlangsung beberapa bulan.

Latar Belakang Konflik dan Korban Jiwa

Perang antara AS-Iran dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang mengakibatkan gugurnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran saat itu. Iran membalas dengan menyerang Israel dan berbagai fasilitas AS di negara-negara Teluk.

Dampak konflik ini sangat tragis:

  1. Di Iran: 2.076 orang tewas dan 26.500 orang terluka.
  2. Di Israel: 26 orang tewas dan 7.451 orang terluka akibat serangan balasan Iran.
  3. Korban AS: 13 tentara tewas dan 200 tentara terluka.

Kegagalan perundingan ini memperpanjang ketidakpastian dan penderitaan di kawasan, dengan kedua pihak tetap bersikukuh pada posisi masing-masing tanpa kompromi yang jelas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga