Timur Tengah Membara: Daftar Negara yang Terdampak Perang AS-Israel vs Iran
Teheran - Situasi di Timur Tengah memanas pasca Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, setelah kompleks kediamannya di Teheran dihujani puluhan bom. Iran tidak tinggal diam dan langsung membalas dengan serangan balasan yang berdampak luas ke beberapa negara di kawasan tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menargetkan 27 pangkalan militer AS di Timur Tengah, serta pangkalan udara Tel Nof Israel, markas komando tentara Israel di HaKirya, Tel Aviv, dan kompleks industri pertahanan besar di kota yang sama. Serangan balasan ini tidak hanya menyasar AS dan Israel, tetapi juga negara-negara sekutu yang memiliki pangkalan atau aset militer Amerika di wilayahnya.
Daftar Negara yang Terimbas Serangan Balasan Iran
- Uni Emirat Arab (UEA)
Beberapa wilayah di Uni Emirat Arab menjadi sasaran rudal Iran akibat keberadaan pangkalan militer AS. Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi terkena serangan, mengakibatkan satu orang tewas dan tujuh orang terluka. Selain itu, Bandara Internasional Dubai juga diserang, menyebabkan kerusakan pada ruang tunggu dan empat staf terluka. Pelabuhan Jebel Ali dan area ikonik Palm Jumeirah turut menjadi target, memperparah situasi di negara yang dikenal sebagai pusat bisnis dan pariwisata tersebut.
- Bahrain
Kantor berita Bahrain News Agency melaporkan bahwa pusat layanan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain menjadi sasaran serangan rudal Iran. Akibatnya, Kedutaan Besar AS di Bahrain terpaksa ditutup dan membatalkan semua kegiatan yang telah dijadwalkan pada 1 Maret 2026. Langkah ini menunjukkan tingkat ketegangan yang tinggi di negara pulau tersebut.
- Qatar
Iran melancarkan serangan ke Doha, Qatar, pada Sabtu malam waktu setempat. Serangan rudal berhasil merusak sistem radar di pangkalan militer Al Udeid, yang terletak dekat Doha. Seorang diplomat mengungkapkan kepada AFP bahwa Qatar menjadi sasaran 44 rudal dan delapan drone, dengan delapan orang terluka, termasuk satu orang dalam kondisi kritis. Hal ini mengganggu stabilitas di negara yang sering menjadi tuan rumah perundingan internasional.
- Kuwait
Laporan dari The Guardian menyebutkan bahwa rentetan ledakan juga terjadi di wilayah Kuwait, yang menampung sejumlah pangkalan militer AS. Diperkirakan sekitar 13.500 tentara AS ditempatkan di negara tersebut, membuatnya rentan terhadap serangan balasan Iran. Insiden ini meningkatkan kekhawatiran atas keamanan di kawasan Teluk Persia.
- Irak
Kantor berita AFP melaporkan ledakan keras terdengar pada Minggu (1/3/2026) pagi di dekat bandara Erbil, yang menjadi markas pasukan koalisi pimpinan AS di wilayah otonom Kurdistan Irak. Asap hitam tebal mengepul dari area bandara, menunjukkan intensitas serangan yang signifikan dan potensi kerusakan infrastruktur penting.
- Yordania
Rudal Iran juga memasuki wilayah udara Yordania, memicu sirene serangan udara di Israel. Dilansir dari Aljazeera, sistem pertahanan Yordania berhasil mencegat rudal yang memasuki wilayah udara ibu kota Amman dan daerah-daerah utara negara itu. Tindakan ini menunjukkan upaya Yordania untuk menjaga netralitas dan keamanan dalam konflik yang semakin meluas.
Perang antara AS-Israel dan Iran telah menciptakan krisis regional yang serius, dengan dampak langsung pada kehidupan sipil dan stabilitas politik di enam negara Timur Tengah. Serangan balasan Iran tidak hanya menargetkan aset militer, tetapi juga infrastruktur sipil seperti bandara dan pelabuhan, meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut. Situasi ini memerlukan perhatian internasional untuk mencegah konflik yang lebih luas dan kerusakan yang lebih parah di kawasan yang sudah rentan ini.
