Penasihat Militer Iran Tegaskan Perang Akan Berlanjut Hingga Kompensasi Diterima
Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei, secara tegas menyatakan bahwa konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel akan terus berlanjut. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato yang disiarkan secara nasional melalui televisi pada Senin (23/3/2026) lalu.
Syarat Penghentian Konflik yang Dikemukakan Iran
Rezaei menegaskan bahwa perang hanya akan berakhir ketika Iran menerima kompensasi penuh atas seluruh kerusakan yang telah diderita akibat konflik ini. "Kami akan terus berjuang hingga semua sanksi ekonomi dicabut secara total, dan jaminan internasional yang mengikat secara hukum diperoleh untuk mencegah campur tangan AS di urusan dalam negeri Iran," ujar Rezaei dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, penasihat militer tersebut mengklaim bahwa "perang pada dasarnya telah berakhir" lebih dari seminggu yang lalu. Menurut analisisnya, Amerika Serikat sebenarnya sudah siap untuk menghentikan permusuhan dan mengupayakan gencatan senjata. Namun, tekanan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mendorong agar konflik dilanjutkan menjadi faktor penghalang.
Pernyataan Dukungan dari Pimpinan Iran Lainnya
Dukungan terhadap posisi keras ini juga datang dari Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Melalui sebuah unggahan di platform media sosial X pada Senin pagi, Ghalibaf menyampaikan bahwa rakyat Iran menuntut "hukuman yang setimpal dan penuh penyesalan" terhadap apa yang disebutnya sebagai "para agresor" dalam konflik ini.
Rezaei juga menyoroti kondisi angkatan bersenjata Iran yang menurutnya tetap kuat dan aktif melakukan berbagai operasi militer. "Proyek kepemimpinan kita, dengan pemilihan pemimpin baru, telah berada di bawah kendali yang solid dan efektif," tambahnya, merujuk pada kepemimpinan Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Respons dan Klaim dari Pihak Amerika Serikat
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku bahwa negaranya sedang melakukan pembicaraan dengan "seorang tokoh penting" dalam rezim Iran untuk mencoba mengakhiri perang. Namun, Trump secara eksplisit menyatakan bahwa dirinya tidak berbicara langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
"Seorang tokoh penting. Jangan lupa: Kita telah melenyapkan kepemimpinan pada fase satu, fase dua, dan sebagian besar fase tiga. Tetapi kita berurusan dengan seorang pria yang saya yakini paling dihormati dan pemimpinnya," ujar Trump tanpa menyebutkan nama secara spesifik.
Trump mengungkapkan bahwa utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, terlibat aktif dalam proses pembicaraan ini. Meskipun demikian, ia tetap enggan mengungkap identitas pihak Iran yang diajak berkomunikasi, hanya menegaskan bahwa itu bukan Pemimpin Tertinggi Iran.
Klaim Trump ini sebelumnya telah dibantah oleh pihak Iran, yang menyatakan bahwa pernyataan Presiden AS tersebut hanya strategi untuk menurunkan harga energi dunia dan tidak mencerminkan realitas negosiasi yang sebenarnya.



