Netanyahu Tegaskan Operasi Militer Israel di Iran Masih Berlanjut
Netanyahu: Operasi Militer Israel di Iran Belum Selesai

Netanyahu Tegaskan Operasi Militer Israel di Iran Masih Berlanjut

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan peringatan keras bahwa serangan militer Israel terhadap Iran "belum selesai". Dalam pernyataan terbarunya yang dikutip dari AFP pada Selasa, 10 Maret 2026, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer yang telah dilancarkan berhasil melemahkan kepemimpinan ulama di Teheran.

"Aspirasi kita adalah untuk membawa rakyat Iran melepaskan diri dari belenggu tirani; pada akhirnya, itu tergantung pada mereka," ujar Netanyahu. "Tetapi tidak diragukan lagi bahwa dengan tindakan yang telah diambil sejauh ini, kita sedang menghancurkan tulang-tulang mereka -- dan kita belum selesai," tegasnya saat mengunjungi Pusat Komando Kesehatan Nasional pada Senin malam, 9 Maret 2026.

Serangan Skala Besar dan Respons Iran

Israel, bersama Amerika Serikat, telah melancarkan rentetan serangan udara skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan ini menewaskan sejumlah tokoh dan pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai respons, Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan aset di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung kekuatan militer AS, sehingga memperluas konflik ke seluruh kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Kontras dengan Trump

Pernyataan Netanyahu ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang melawan Iran "sudah sangat tuntas". Dalam wawancara telepon dengan CBS News, Trump mengklaim bahwa AS telah melampaui perkiraan awal yang menyebutkan perang akan berlangsung selama 4-5 minggu.

"Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya," kata Trump. "Mereka tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," tambahnya.

Namun, Trump juga memberikan penjelasan yang berubah-ubah mengenai waktu berakhirnya konflik. Ketika ditanya oleh wartawan apakah perang dapat berakhir dalam beberapa hari atau pekan, ia menjawab, "Saya pikir segera. Sangat segera." Ia menegaskan bahwa semua yang dimiliki Iran, termasuk kepemimpinan mereka, telah hilang.

Dengan pernyataan yang saling bertolak belakang ini, situasi di Timur Tengah tetap tidak menentu, menandakan bahwa ketegangan antara Israel dan Iran masih jauh dari penyelesaian.