Netanyahu Muncul Perdana dengan Ancaman Bunuh Pemimpin Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul pertama kali di hadapan media sejak serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Dalam jumpa pers via tautan video pada Jumat (13/3/2026), Netanyahu secara terbuka mengancam akan membunuh pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Kemunculan ini menandai eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan Netanyahu menyatakan bahwa Iran "tidak lagi sama" setelah hampir dua minggu pemboman oleh pasukan Israel dan Amerika Serikat.
Kapal Induk AS Terbakar di Laut Merah
Sementara itu, Komando Angkatan Laut Pusat Amerika Serikat (NAVCENT) mengumumkan bahwa kapal induk USS Gerald R Ford mengalami kebakaran saat beroperasi di Laut Merah pada Kamis (12/3). Kapal ini sedang mendukung operasi militer terhadap Iran, namun NAVCENT menegaskan bahwa insiden kebakaran tersebut tidak ada kaitannya dengan pertempuran. Sedikitnya dua awak kapal, yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, dilaporkan mengalami luka-luka akibat kejadian ini.
Presiden Iran Peringatkan AS Soal Serangan dari Pangkalan Teluk
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melancarkan serangan dari pangkalan-pangkalan militernya di negara-negara Teluk yang bertetangga dengan Iran. Dalam percakapan telepon dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq, Pezeshkian menegaskan bahwa setiap serangan dari pangkalan tersebut "tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun". Percakapan ini membahas perkembangan situasi regional di tengah perang yang terus berkecamuk antara Iran melawan AS dan Israel.
Pesawat Militer AS Jatuh di Irak
Komando Pusat Amerika Serikat yang mengawasi operasi di Timur Tengah mengumumkan jatuhnya sebuah pesawat tanker militer di Irak bagian barat. AS mengklaim bahwa kejadian ini bukan disebabkan oleh serangan Iran, dan saat ini sedang melakukan upaya penyelamatan terhadap awak kapal. Tidak ada indikasi langsung mengenai korban jiwa atau selamat dari insiden tersebut.
Trump Meyakini Mojtaba Khamenei Alami Cedera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini bahwa pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengalami cedera akibat serangan awal AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyampaikan spekulasi ini, yang muncul setelah serangan tersebut menewaskan ayah Mojtaba, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah anggota keluarganya. Pernyataan Trump menambah ketegangan dalam konflik yang sedang berlangsung.
