Meksiko Tegaskan Penolakan Keanggotaan Penuh Dewan Perdamaian Pimpinan Trump
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum secara resmi menyatakan bahwa negaranya tidak akan bergabung sebagai anggota penuh Dewan Perdamaian, sebuah inisiatif yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Mexico City, seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency pada Rabu, 18 Februari 2026.
Alasan Dibalik Penolakan Meksiko
Sheinbaum mengungkapkan bahwa penolakan ini terutama didasarkan pada kurangnya perwakilan Palestina dalam struktur Dewan Perdamaian. "Mengingat bahwa kita mengakui Palestina sebagai sebuah negara, penting bagi kedua negara, Israel dan Palestina, untuk berpartisipasi. Namun, sistemnya tidak dirancang seperti itu," tegas Sheinbaum. Ia menekankan bahwa Meksiko telah lama mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.
Lebih lanjut, Sheinbaum menggambarkan serangan Israel yang berkelanjutan terhadap Jalur Gaza sebagai genosida, memperkuat posisi Meksiko yang berpihak pada rakyat Palestina. Pernyataan ini disampaikan tepat sebelum pertemuan puncak perdana negara-negara anggota Dewan Perdamaian, yang dijadwalkan pada Kamis, 19 Februari 2026, di Washington DC.
Peran Meksiko sebagai Pengamat
Meskipun menolak keanggotaan penuh, Meksiko tetap akan terlibat dalam pertemuan tersebut dengan mengirimkan Duta Besarnya untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pengamat. "Mereka mengundang kita untuk hadir sebagai pengamat; jika kita tidak akan berpartisipasi, maka hadirlah sebagai pengamat. Dan bersama dengan Menteri Luar Negeri, kita memutuskan bahwa Duta Besar kita untuk PBB akan hadir sebagai pengamat," jelas Sheinbaum.
Keputusan ini menunjukkan bahwa Meksiko tetap ingin memantau perkembangan Dewan Perdamaian tanpa mengkompromikan prinsip dukungannya terhadap Palestina. Hal ini sejalan dengan sikap negara-negara lain, seperti Vatikan, yang juga menegaskan tidak akan bergabung dengan dewan ini.
Latar Belakang dan Klaim Trump
Pernyataan Sheinbaum muncul setelah Trump mengumumkan via media sosial Truth Social pada Minggu, 15 Februari 2026, bahwa pertemuan anggota Dewan Perdamaian akan digelar di Institut Perdamaian Donald J Trump di Washington DC. Trump mengklaim bahwa negara-negara anggota telah menjanjikan lebih dari US$ 5 miliar (setara Rp 84,1 triliun) untuk rekonstruksi Gaza, serta ribuan personel untuk Pasukan Stabilisasi Internasional.
Trump juga menyebut Dewan Perdamaian memiliki "potensi tak terbatas" dan akan menjadi badan internasional paling berpengaruh dalam sejarah. Namun, penolakan Meksiko mengindikasikan bahwa tidak semua negara sepakat dengan visi ini, terutama terkait inklusivitas perwakilan Palestina.
Implikasi dan Dampak Global
Penolakan Meksiko ini dapat mempengaruhi dinamika Dewan Perdamaian, mengingat Meksiko adalah negara dengan pengaruh signifikan di Amerika Latin. Keputusan ini juga mempertegas polarisasi dalam isu Palestina di kancah internasional, di mana beberapa negara lebih memilih untuk tidak terlibat dalam inisiatif yang dianggap tidak adil.
Dengan mengirim duta besar sebagai pengamat, Meksiko tetap menjaga jalur diplomasi terbuka sambil menegaskan komitmennya pada prinsip-prinsip perdamaian yang inklusif. Hal ini menunjukkan bahwa isu representasi Palestina akan terus menjadi faktor kritis dalam partisipasi global terhadap dewan-dewan perdamaian di masa depan.