Megawati Terima Penghargaan Tertinggi dari Presiden Timor Leste
Megawati Dianugerahi Grande Colar da Ordem de Timor-Leste

Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, hari ini resmi dianugerahi penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste, yakni Grande Colar da Ordem de Timor-Leste. Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Timor Leste José Ramos-Horta.

Upacara Khidmat di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato

Upacara penganugerahan agung tersebut digelar secara khidmat di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, Kamis (9/7/2026). Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari di halaman Istana Kepresidenan. Setibanya di lokasi, Megawati langsung disambut oleh pertunjukan seni dan tarian adat setempat yang meriah. Langkah beliau kemudian disambut hangat oleh dua tokoh penting Timor-Leste, Presiden José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão.

Dalam kunjungan ini, Megawati didampingi oleh keluarga serta jajaran delegasi pusat PDI Perjuangan, di antaranya Puti Guntur Soekarno, Hendra Hartomo atau Romy Soekarno, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bintang Puspayoga, Ahmad Basarah, Andreas H. Pareira, serta Andi Widjajanto. Sebelum prosesi inti, kedua pihak terlebih dahulu menggelar pertemuan bilateral formal.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pembacaan SK Presiden dan Pidato Ramos-Horta

Acara kemudian berpindah ke ruangan utama untuk pembacaan Surat Keputusan Presiden Nomor 72/2026 tentang Penganugerahan Gelar Kehormatan. Kepala Staf Kepresidenan Timor-Leste, Henriqueta Maria da Silva, membacakan bahwa penghargaan berdasarkan UU No. 2/2009 ini diberikan atas kontribusi signifikan Megawati dalam memperkuat hubungan persahabatan, dialog, dan normalisasi hubungan bilateral pascapemulihan kemerdekaan Timor-Leste.

Presiden Timor Leste José Ramos-Horta lantas berpidato. Ia secara khusus memuji peran krusial Megawati selama masa-masa sulit transisi demokrasi Indonesia (Reformasi). "Ibu Megawati dengan tenang menerima keputusan konstitusional tersebut dan mengemban jabatan sebagai Wakil Presiden. Beliau menempatkan kepentingan demokrasi di atas aspirasi pribadi yang sah. Pilihan itu mewakili salah satu pembuktian tertinggi dari sikap negarawan sejati," puji Ramos-Horta.

Di tengah pidatonya, Ramos-Horta sempat berkelakar mengenai PM Xanana Gusmão yang disebutnya lulus dengan predikat summa cum laude dari "Universitas Cipinang". Menurutnya, Megawati dan Xanana adalah dua tokoh yang memperkuat hubungan kedua negara.

Pidato Megawati: Penghargaan sebagai Amanat Masa Depan

Megawati juga sempat menyampaikan pidato. Ia menegaskan bahwa penghargaan yang ia terima bukanlah akhir, melainkan sebuah amanat dan janji masa depan yang harus terus dikerjakan oleh Indonesia dan Timor-Leste. "Penghargaan Grand Collar ini bukan sekadar medali. Ini adalah sebuah mata rantai yang saling mengunci. Setiap mata rantai menopang mata rantai berikutnya. Bagi saya, di situlah maknanya: persahabatan Indonesia dan Timor-Leste adalah rantai yang harus terus memanjang—dari satu generasi ke generasi berikutnya, tanpa pernah terputus," tegas Megawati.

Ia pun menitipkan pesan mendalam agar generasi muda kedua negara merawat hubungan yang setara ini. Gaya khas Megawati yang jenaka muncul di paruh akhir pidato saat menceritakan memori pertamanya mengunjungi Dili. Sembari tersenyum, beliau mengaku tidak akan pernah melupakan betapa dahsyatnya rasa cabai rawit khas Timor-Leste. Megawati mengisahkan pengalamannya mencicipi sedikit kecap saat sarapan nasi goreng di hotel kecil di Dili, yang ternyata rasanya "lebih meledak dari bom". "Tadi saya sudah berbisik-bisik kepada Pak Ramos-Horta dan Maun Xanana, sekarang saya sudah menyuruh staf saya pergi ke pasar Dili untuk membeli oleh-oleh, khusus membawa pulang cabai Timor-Leste itu," canda Megawati yang langsung disambut tawa riuh para hadirin.

Momen Hangat Megawati dan Xanana Gusmão

Dalam rangkaian kunjungan itu, Megawati dan Xanana Gusmão sempat menunjukkan momen hangat. Momen itu terjadi saat sesi jamuan makan siang (lunch) usai upacara penganugerahan penghargaan tertinggi Grande Colar da Ordem de Timor-Leste. Suasana santai tersebut bermula ketika kelompok musik yang mengiringi jalannya jamuan makan siang mulai melantunkan alunan lagu legendaris Indonesia karya D'Llyod bertajuk "Cinta Hampa". Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, tampaknya sangat tahu bahwa lagu melankolis tersebut merupakan salah satu tembang favorit Megawati.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Tanpa ragu, pemimpin yang akrab disapa Maun Xanana itu langsung berdiri dari kursinya. Sambil tersenyum lebar, ia menghampiri meja Megawati dan mengajak Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut untuk maju bersama ke atas panggung. Megawati menyambut ajakan tersebut dengan antusias. Begitu keduanya berjalan naik ke panggung, petugas menyerahkan mikrofon kepada Megawati. Di atas panggung kecil itu, Megawati bertindak sebagai vokalis utama, sementara Xanana dengan jenaka memposisikan dirinya sebagai teman duet yang interaktif.

Usai merampungkan lagu dengan sempurna, Maun Xanana dengan penuh sopan santun kembali menggandeng tangan Megawati untuk menuntunnya berjalan kembali ke kursi VIP. Sambil berjalan berdampingan dan melempar senyum manis kepada Megawati, Xanana berseloroh dengan suara yang cukup terdengar, "Artis dari Indonesia ini," goda Xanana. Kelakar spontan Perdana Menteri Timor-Leste tersebut sontak kembali memicu tawa renyah sekaligus tepuk tangan meriah dari seluruh pasang mata yang menyaksikan momen tersebut.