Pertemuan Diplomatik Megawati dan Dubes Arab Saudi: Dari Anggrek Hingga Isu Global
Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di kediamannya di Menteng, Jakarta, pada Kamis, 9 April 2026. Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam ini menampilkan percakapan hangat yang mencakup topik mulai dari hadiah anggrek hingga isu geopolitik di Timur Tengah.
Anggrek Putih dan Ucapan Selamat
Di awal pertemuan, Megawati yang juga Ketua Umum PDIP, membahas anggrek putih yang diberikan oleh Dubes Arab Saudi dan ditempatkan di ruangannya. "Anggrek berwarna putih yang asli, yang lain rekayasa genetika," ujar Megawati. Dalam suasana bulan Syawal 1447 Hijriah, Dubes Al Amoudi tidak hanya mengucapkan selamat Idul Fitri, tetapi juga memberikan selamat atas gelar doktor kehormatan yang diterima Megawati dari Princess Nourah University (PNU) di Riyadh pada Februari lalu. Megawati menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang baik selama menjalani umroh bersama keluarga setelah menerima gelar tersebut.
Usulan Penghijauan dan Kolaborasi Lingkungan
Menurut Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, yang mendampingi Megawati dalam ibadah umrah, Megawati mengamati pembangunan di Masjidil Haram dan mengetahui rencana peningkatan kuota haji hingga 6 juta jemaah pada 2030. Megawati mengusulkan penanaman pohon di kota suci dan kawasan haji, termasuk yang disebut sebagai "pohon Soekarno". Dubes Saudi menyambut baik usulan ini, mengingat Arab Saudi memiliki program penanaman 10 miliar pohon. Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati siap berkolaborasi dengan memberikan hasil penelitian jenis pohon yang cocok dan menyumbang bibit.
Kontribusi untuk Perdamaian Timur Tengah
Dalam pertemuan ini, Dubes Arab Saudi juga meminta Megawati untuk berkontribusi aktif terhadap situasi di Timur Tengah. "Menurut Dubes Arab Saudi, Ibu Megawati Soekarnoputri adalah sosok penting dalam politik lokal dan global yang memiliki perhatian pada isu lingkungan dan geopolitik," kata Basarah. Megawati merespons positif permintaan ini, mendukung gencatan senjata yang telah disepakati, dan siap menjadi jembatan perdamaian, mengikuti ajaran geopolitik Bung Karno. Ia juga menyinggung perannya sebagai utusan khusus antara Korea Selatan dan Korea Utara.
Pertemuan ini menegaskan peran Megawati dalam diplomasi internasional, dengan fokus pada lingkungan dan stabilitas kawasan, memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Arab Saudi.



