Malaysia Serukan Gencatan Senjata Usai Serangan Israel-Iran Didukung AS
Malaysia Serukan Gencatan Senjata Usai Serangan Israel-Iran

Malaysia Serukan Gencatan Senjata Usai Serangan Israel-Iran Didukung AS

Pemerintah Malaysia telah menyampaikan respons resmi terkait serangan gabungan Israel terhadap Iran yang didukung oleh aksi militer Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim dengan tegas menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat, menyusul meningkatnya ketegangan yang mengkhawatirkan di kawasan Timur Tengah.

Situasi di Ambang Bencana

Anwar Ibrahim menyatakan bahwa situasi di kawasan saat ini berada "di ambang bencana", menekankan urgensi untuk mencegah konflik yang lebih luas. Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer yang terjadi, yang dinilainya dapat berdampak destabilisasi tidak hanya bagi negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga bagi stabilitas regional dan global.

Seruan untuk diplomasi menjadi poin kunci dalam pernyataan tersebut. Anwar mendorong Washington dan Teheran agar segera mencari jalur diplomasi sebagai langkah keluar yang konstruktif untuk meredakan ketegangan. Ia menegaskan bahwa pendekatan militer hanya akan memperburuk situasi dan berpotensi memperluas konflik ke wilayah yang lebih luas.

Langkah-Langkah yang Diperlukan

Dalam responsnya, pemerintah Malaysia menggarisbawahi beberapa hal penting:

  • Pentingnya menghentikan semua aksi militer yang dapat memicu eskalasi lebih lanjut.
  • Kebutuhan mendesak untuk dialog dan negosiasi damai antara pihak-pihak yang bertikai.
  • Dukungan terhadap upaya komunitas internasional dalam memfasilitasi resolusi konflik secara damai.

Anwar juga menyerukan kepada semua pihak untuk menunjukkan restraint dan menghindari provokasi yang dapat memperkeruh situasi. Ia menekankan bahwa solusi berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui pendekatan diplomatik yang inklusif dan menghormati kedaulatan masing-masing negara.

Respons Malaysia ini mencerminkan keprihatinan serius atas dinamika keamanan di kawasan, sekaligus menegaskan komitmen negara tersebut dalam mendorong perdamaian dan stabilitas internasional. Pemerintah Malaysia berharap seruan ini didengar oleh semua pihak yang terlibat untuk mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar.