Presiden Brasil Lontarkan Kritik Pedas kepada Pemimpin Amerika Serikat
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva telah melontarkan kritik tajam dan langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam sebuah wawancara eksklusif yang diterbitkan oleh harian ternama Spanyol, El País, pada hari Kamis tanggal 16 April 2026, Lula dengan tegas menyatakan bahwa Trump "tidak berhak" untuk mengancam negara lain.
Tanggapan atas Ancaman Trump terhadap Iran
Kritik ini muncul sebagai respons langsung terhadap pernyataan kontroversial Trump yang sebelumnya memperingatkan bahwa "seluruh peradaban akan mati" di Iran jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz. Lula, dengan nada yang sangat tegas, menegaskan posisinya dalam wawancara tersebut.
"Trump tidak punya hak untuk bangun di pagi hari lalu mengancam sebuah negara," ujar Presiden Brasil itu tanpa tedeng aling-aling. Pernyataan ini mencerminkan ketidaksetujuannya yang mendalam terhadap gaya diplomasi yang dianggap agresif dan tidak pantas dari pemimpin Amerika Serikat tersebut.
Pengingat tentang Pembagian Kewenangan dalam Konstitusi AS
Lebih lanjut, Lula juga menyoroti aspek konstitusional dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Ia mengingatkan bahwa dalam Konstitusi Amerika Serikat, kewenangan terkait perang dan kebijakan luar negeri dibagi secara jelas antara presiden dan Kongres.
Poin ini menekankan bahwa keputusan-keputusan besar seperti ancaman militer atau tindakan perang tidak boleh diambil secara sepihak oleh presiden tanpa melibatkan proses legislatif yang sesuai. Kritik Lula ini bukan hanya soal etika diplomasi, tetapi juga menyentuh prinsip-prinsip dasar tata kelola pemerintahan dan hukum internasional.
Wawancara dengan El País ini terjadi dalam konteks ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, khususnya menyangkut isu nuklir Iran dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Pernyataan Trump sebelumnya telah memicu kekhawatiran global akan eskalasi konflik, dan komentar Lula menambah suara kritik dari pemimpin dunia terhadap pendekatan Amerika Serikat.
Sebagai presiden dari negara besar di Amerika Latin, Lula dikenal memiliki pengaruh signifikan dalam politik global. Kritiknya terhadap Trump ini dapat dilihat sebagai bagian dari upaya untuk mendorong diplomasi yang lebih damai dan menghormati kedaulatan negara-negara lain, sesuai dengan prinsip-prinsip yang sering ia kampanyekan dalam forum internasional.



