Korban Tewas Serangan AS-Israel di Iran Melonjak, Capai 867 Jiwa
Korban Tewas Serangan AS-Israel di Iran Capai 867 Jiwa

Korban Tewas Serangan AS-Israel di Iran Melonjak, Capai 867 Jiwa

Otoritas kesehatan Iran mengumumkan peningkatan signifikan dalam jumlah korban tewas akibat gelombang serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyatakan bahwa korban tewas kini mencapai sedikitnya 867 orang, naik dari laporan sebelumnya.

Ribuan Orang Alami Luka-Luka

Selain korban tewas, ribuan warga Iran mengalami luka-luka akibat rentetan serangan yang menghantam berbagai wilayah negara tersebut sejak Sabtu (28/2) waktu setempat. Kermanpour, dalam pernyataan yang dikutip kantor berita ILNA, mengungkapkan bahwa dari total 5.946 korban luka, sebanyak 2.184 orang masih menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit.

Serangan skala besar ini telah memicu kepulan asap tebal di langit Teheran, ibu kota Iran, seperti terlihat dalam dokumentasi foto yang beredar. Pasukan AS dan Israel menargetkan berbagai fasilitas militer Iran, termasuk rudal, angkatan laut, serta lokasi komando dan kendali.

Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah AS dan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran. Serangan ini telah berlangsung selama beberapa hari dan terus berlanjut, dengan kedua negara sekutu tersebut menyerang hampir 2.000 target di berbagai wilayah Iran.

Menurut laporan Komando Pusat AS (CENTCOM), pasukan AS-Israel menggunakan lebih dari 2.000 amunisi dalam operasi ini. Iran merespons dengan serangan balasan skala besar, meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan mengerahkan lebih dari 2.000 drone terhadap target-target di Israel serta pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.

Korban di Pihak AS dan Iran

Serangan ini juga menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei. Teheran mengklaim bahwa setidaknya 560 tentara AS tewas dan luka-luka akibat serangan pembalasan mereka.

Namun, pihak AS sejauh ini hanya mengonfirmasi sedikitnya enam tentaranya tewas dan beberapa personel lainnya luka-luka. Perbedaan angka korban ini menunjukkan kompleksitas situasi konflik yang sedang berlangsung.

Gelombang serangan ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah dan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat sipil. Otoritas Iran terus memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan medis kepada korban yang terdampak.