Kataib Hizbullah Desak Penarikan Total Pasukan Asing dari Wilayah Irak
Kataib Hizbullah Desak Pasukan Asing Tinggalkan Irak

Kelompok Milisi Kataib Hizbullah Serukan Penarikan Pasukan Asing dari Irak

Kelompok bersenjata Kataib Hizbullah, sebuah milisi Irak yang memiliki pengaruh kuat dan didukung oleh Iran, secara resmi menuntut agar seluruh pasukan asing segera meninggalkan wilayah Irak. Peringatan keras ini disampaikan langsung oleh kepala keamanan baru kelompok tersebut, menandai eskalasi dalam tekanan terhadap kehadiran militer internasional di negara tersebut.

Pernyataan Resmi dan Latar Belakang Ketidakstabilan

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita AFP pada Rabu, 18 Maret 2026, Abou Moujahed al-Assaf selaku kepala keamanan Kataib Hizbullah dengan tegas menyatakan bahwa kondisi tidak stabil yang melanda Irak saat ini secara langsung disebabkan oleh kehadiran pasukan Amerika di wilayah tersebut. "Ketidakstabilan Irak disebabkan oleh kehadiran Amerika yang jahat, dan keamanan tidak akan tercapai sampai tentara asing terakhir meninggalkan wilayah Irak," tegas al-Assaf. Pernyataan ini muncul dalam konteks meningkatnya ketegangan regional dan internal di Irak.

Posisi dan Ancaman Kelompok Terhadap Intervensi Asing

Kataib Hizbullah, yang oleh pemerintah Amerika Serikat telah ditetapkan sebagai "organisasi teroris", merupakan bagian integral dari gerakan payung yang dikenal sebagai Perlawanan Islam di Irak. Kelompok ini secara konsisten dan berulang kali menuntut dilakukannya penarikan total pasukan Amerika Serikat dari tanah Irak. Sebelumnya, pada akhir Februari 2026, kelompok ini bahkan telah memerintahkan para petempurnya untuk bersiap menghadapi skenario perang panjang, khususnya jika Amerika Serikat benar-benar melancarkan serangan militer terhadap Iran.

Dalam peringatan yang sama, Kataib Hizbullah juga mengancam Amerika Serikat dengan "kerugian besar" jika mereka memutuskan untuk memulai konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah. Seorang komandan kelompok bersenjata tersebut menyampaikan kepada AFP bahwa intervensi dari pihak mereka "sangat mungkin" terjadi jika Iran diserang oleh kekuatan asing, menunjukkan kesiapan dan komitmen mereka untuk membela kepentingan sekutu regionalnya.

Implikasi dan Dampak terhadap Keamanan Regional

Tuntutan penarikan pasukan asing ini bukanlah hal baru, namun intensitas dan waktu pengumumannya mengindikasikan dinamika politik dan keamanan yang semakin memanas di Irak. Kehadiran milisi yang kuat dan didukung negara seperti Kataib Hizbullah menambah kompleksitas upaya stabilisasi dan rekonsiliasi nasional. Desakan mereka mencerminkan persaingan pengaruh yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan tersebut, dengan Irak sebagai medan persaingan utama. Situasi ini berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan menghambat proses perdamaian jika tidak ditangani dengan hati-hati oleh semua pihak yang terlibat.