Kapal Kargo Thailand Diserang Iran di Selat Hormuz, 3 Awak Terjebak di Ruang Mesin
Jakarta - Tiga awak kapal diyakini terjebak di atas kapal kargo Thailand yang terkena proyektil Iran saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026). Hingga Kamis (12/3), mereka belum berhasil diselamatkan, menimbulkan kekhawatiran serius atas keselamatan pelaut tersebut.
Garda Revolusi Islam Iran sebelumnya mengonfirmasi bahwa mereka telah menyerang kapal Mayuree Naree yang terdaftar di Thailand, serta sebuah kapal berbendera Liberia, di Selat Hormuz. Alasannya, kapal-kapal tersebut diduga mengabaikan peringatan yang diberikan. Serangan ini terjadi dalam konteks ketegangan regional yang meningkat sejak perang Timur Tengah pecah akhir Februari lalu.
Kerusakan Parah dan Upaya Penyelamatan
Kapal Thailand tersebut terkena proyektil pada Rabu pagi saat melintasi jalur perairan Teluk, setelah berangkat dari pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab. Menurut perusahaan transportasi Thailand, Precious Shipping, kedua proyektil tersebut merusak ruang mesin Mayuree Naree dan menyebabkan kebakaran.
"Tiga awak kapal dilaporkan hilang dan diyakini terjebak di ruang mesin," kata perusahaan dalam pernyataannya, seperti dilansir kantor berita AFP. Pihak berwenang sedang berupaya menyelamatkan mereka, namun menghadapi tantangan besar.
Khalid Hashim, direktur pelaksana Precious Shipping, menyatakan kepada AFP pada Kamis, "Sayangnya, itu masih terjadi. Kami masih belum berhasil mengupayakan siapa pun untuk naik ke kapal kami, meskipun api telah dipadamkan." Dalam emailnya, dia menambahkan, "Kami sedang mencoba berbagai cara untuk naik ke atas kapal."
Respons Pemerintah Thailand dan Dampak Global
Sebelumnya, angkatan laut Oman berhasil menyelamatkan 20 pelaut kapal tersebut pada hari Rabu, menurut laporan angkatan laut Thailand. Kementerian Luar Negeri Thailand mengonfirmasi bahwa keseluruhan 23 awak kapal adalah warga negara Thailand.
Usai serangan, semua kapal Thailand telah meninggalkan Selat Hormuz. Bangkok pun telah "memprotes kekerasan yang dilakukan terhadap kapal-kapal komersial," kata wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Panidol Patchimsawat, kepada wartawan pada Kamis. "Kami sedang dalam misi untuk menemukan tiga orang yang hilang," tambahnya.
Serangan Iran ini merupakan bagian dari gelombang aksi militer yang dilancarkan sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari, memicu perang Timur Tengah. Republik Islam tersebut telah menargetkan negara-negara tetangga yang mengekspor minyak, mengancam stabilitas kawasan.
Insiden ini juga membawa dampak signifikan bagi ekonomi global. Selat Hormuz adalah jalur perairan vital yang biasanya dilalui oleh seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan pelayaran di sini dapat memicu krisis energi dan memperburuk ketegangan pasar internasional.
Upaya penyelamatan terus dilakukan, sementara dunia mengawasi perkembangan situasi dengan cemas, mengingat potensi eskalasi konflik dan risiko terhadap perdagangan maritim global.
