JK Kritik BoP Usai Serangan AS-Israel ke Iran: 'Bicara Perdamaian Tapi Malah Perang'
JK Kritik BoP Usai Serangan AS-Israel ke Iran

JK Soroti Kontradiksi Board of Peace Pasca Serangan AS-Israel ke Iran

Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), secara terbuka mengkritik pelaksanaan forum internasional Board of Peace (BoP) menyusul serangan militer yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan JK dalam jumpa pers di kediamannya yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Ide Bagus, Praktik Bermasalah

"Sebenarnya ide BoP itu ide yang bagus. Siapa pun upaya kita untuk perdamaian selalu baik. Cuma kita harus melihat praktiknya bagaimana. Jangan kita baru bikin BoP tapi baru satu minggu sudah menyerang dan berperang dengan negara lain," tegas JK di hadapan para wartawan.

Mantan wakil presiden dua periode ini menilai bahwa upaya perdamaian melalui BoP pada dasarnya merupakan gagasan yang positif, namun hanya jika implementasinya benar-benar selaras dengan misi awal yang diemban. Menurutnya, terdapat kesenjangan yang mencolok antara niat dan realitas yang terjadi di lapangan.

"Jadi makna BoP itu menjadi bertentangan dengan niatnya. Jadi kita penting apabila menjalankan misinya sesuai dengan awalnya. Tapi kenyataannya tidak kan? Jadi memang perlu koreksi tentang BoP itu," papar JK lebih lanjut.

Posisi Indonesia dan Ujian Nyata bagi BoP

Ketika ditanya mengenai apakah Indonesia perlu mempertimbangkan untuk mundur dari keanggotaan BoP, JK menyarankan untuk bersabar dan mengamati perkembangan dalam beberapa bulan ke depan. Dia menyatakan dukungannya jika BoP mampu mewujudkan kedamaian di Palestina sebagai bukti konkret.

"Ya kita lihat dulu apa yang dilakukan dalam beberapa bulan akan datang. Kalau BoP itu bisa membuat kedamaian di Palestina contohnya, oke kita dukung. Agar kalau sebenarnya punya kemungkinan karena ada tujuh negara Islam yang tentunya ingin begitu," jelas JK.

Lebih jauh, JK menyoroti insiden serangan terhadap Iran sebagai cerminan dari praktik yang bermasalah. Dia menegaskan bahwa ujian terakhir dan paling penting bagi BoP adalah komitmennya dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel, khususnya melalui pengakuan kedaulatan Palestina.

"Cuma ini ada hak veto dari Trump. Jadi jangan hanya menjadi lambang atau pengikut dari Trump saja. Jadi kita lihat buktinya seperti ini. Ternyata bicara perdamaian yang terjadi perang," kritik JK dengan nada tegas.

"Ya jadi ujian yang terakhir ialah cara mendamaikannya Palestina dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, hanya mendukung Israel ya buat apa," tambahnya, menekankan bahwa dukungan tanpa tindakan nyata adalah sia-sia.

Pernyataan JK ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global dan memicu diskusi lebih luas mengenai efektivitas serta kredibilitas lembaga-lembaga perdamaian internasional dalam mencegah eskalasi konflik bersenjata.