Israel Tegaskan Akan Lanjutkan Serangan ke Iran Meski Tak Diajak Negosiasi AS
Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Danny Danon, secara tegas menyatakan bahwa negaranya tidak akan menjadi bagian dari dialog yang rencananya akan diadakan antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan ini. Dalam pernyataannya yang dilaporkan oleh media Al-Jazeera pada Rabu, 25 Maret 2026, Danon menegaskan bahwa Israel akan terus melancarkan serangan terhadap Iran tanpa henti.
Komitmen Serangan Militer yang Berkelanjutan
Dalam konferensi pers yang diadakan di markas PBB, Danon menjelaskan kepada para wartawan bahwa Amerika Serikat, bersama dengan Israel, secara konsisten menyerang target-target militer di wilayah Iran. "Kami akan terus melakukannya tanpa ragu," tegasnya, menambahkan bahwa serangan pertama yang diluncurkan oleh kedua sekutu tersebut telah mencapai sejumlah tujuan strategis.
"Serangan tersebut telah membuahkan hasil yang signifikan, namun belum semua sasaran tercapai," ujar Danon lebih lanjut. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa operasi militer masih akan berlanjut dalam upaya untuk melemahkan kapabilitas pertahanan Iran.
Upaya Mencegah Kemampuan Nuklir Iran
Danon juga menekankan bahwa Israel bertekad bulat untuk memastikan Iran tidak mengembangkan kemampuan senjata nuklir atau rudal balistik yang dapat mengancam kestabilan kawasan Timur Tengah. "Kami tidak akan membiarkan Iran memiliki akses ke senjata pemusnah massal," katanya dengan nada tegas.
Utusan Israel tersebut kemudian melontarkan tuduhan terhadap otoritas Iran, yang beberapa minggu sebelumnya menyangkal memiliki rudal jarak menengah. Namun, menurut Danon, Iran diduga telah menembakkan rudal sejauh 4.000 kilometer atau sekitar 2.485 mil ke arah Pulau Diego Garcia, yang merupakan lokasi pangkalan militer penting milik Amerika Serikat dan Inggris.
Bantahan dan Tanggapan dari Pihak Lain
Di sisi lain, Iran dengan keras membantah telah melakukan serangan di lokasi terpencil di Samudra Hindia tersebut. Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, pada hari Minggu menyatakan bahwa aliansi tersebut belum dapat mengonfirmasi klaim Israel yang menyebutkan bahwa proyektil yang digunakan adalah rudal balistik antarbenua asal Iran.
Konflik ini semakin memanas dengan laporan sebelumnya mengenai rudal Iran yang menghantam kota dekat Tel Aviv, Israel, yang menyebabkan setidaknya 12 orang terluka. Insiden tersebut memperburuk ketegangan yang sudah memuncak antara kedua negara.
Dengan penegasan dari Danny Danon ini, jelas bahwa Israel tidak berniat untuk menghentikan serangan militernya terhadap Iran, meskipun ada upaya diplomasi yang mungkin dilakukan oleh Amerika Serikat. Situasi ini terus dipantau secara ketat oleh komunitas internasional, mengingat potensi eskalasi yang dapat memengaruhi keamanan global.



