Israel Ancam Serang Iran Lagi Usai Perundingan Damai Gagal
Israel Ancam Serang Iran Lagi Usai Perundingan Damai Gagal

Israel Ancam Serang Iran Lagi Usai Perundingan Damai Gagal

Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang digelar di Islamabad, Pakistan, akhirnya gagal mencapai kesepakatan. Kegagalan ini memicu ancaman baru dari Israel, yang mengisyaratkan kemungkinan dilanjutkannya serangan militer terhadap Teheran. Perang antara AS-Israel melawan Iran sebelumnya sempat terhenti setelah gencatan senjata dua minggu disepakati pada Selasa (7/4/2026).

Pernyataan Menteri Israel

Menteri Energi Israel, Eli Cohen, dalam wawancara dengan harian Yedioth Ahronoth pada Minggu (12/4/2026), menegaskan bahwa Iran dapat diserang jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. "Isu nuklir bersifat internasional, dan bagus bahwa (Presiden AS Donald) Trump telah menetapkan garis merah dalam masalah ini," kata Cohen. "Jika tidak ada kesepakatan, Iran dapat diserang," tegasnya.

Cohen juga menyoroti situasi di Lebanon, di mana militer Israel memperluas serangan menargetkan Hizbullah. Dia mencetuskan agar Tel Aviv tidak hanya menyerang pasukan militer, tetapi juga fasilitas dan infrastruktur Lebanon. "Saya telah mengatakan hal ini di kabinet. Saya tidak melihat peluang keberhasilan yang tinggi untuk negosiasi ini," ucapnya, merujuk pada pertemuan pertama antara Tel Aviv dan Beirut yang dijadwalkan di Washington DC pada Selasa (14/4/2026) untuk mengamankan gencatan senjata.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan dari Pejabat Lain

Menteri Ekonomi Israel, Nir Barkat, dalam wawancara dengan Channel 14, mengklaim bahwa AS akan mencapai tujuan mereka dalam perang melawan Iran. "Para pejabat Iran tidak memahami tekad Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kita akan kembali berperang dan mencapai tujuannya," kata Barkat.

Di sisi lain, Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel, Miki Zoha, melalui postingan di media sosial X, menyatakan bahwa ketegasan Washington dalam mencegah Iran memperoleh senjata nuklir mencerminkan koordinasi dengan Israel. Dia mengklaim bahwa AS dan Israel akan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Latar Belakang Perundingan

Perundingan damai antara AS dan Iran digelar secara maraton selama 21 jam di Islamabad, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator. Namun, upaya ini gagal mencapai kesepakatan finalisasi gencatan senjata. Kegagalan ini memperburuk ketegangan di kawasan, dengan Israel kini mengancam untuk melanjutkan serangan militer jika diplomasi tidak berhasil.

Ancaman ini muncul di tengah situasi yang masih rentan, di mana asap mengepul di langit Teheran akibat serangan udara AS-Israel pada awal Maret lalu. Dengan pernyataan keras dari pejabat Israel, prospek perdamaian di Timur Tengah semakin suram, dan dunia internasional kini menunggu langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga