Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Respons Ketegangan dengan AS-Israel
Iran Tutup Selat Hormuz Respons Ketegangan AS-Israel

Teheran, Iran telah mengambil langkah tegas dengan menutup kembali akses Selat Hormuz, sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Keputusan ini diumumkan oleh Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC), yang menyatakan bahwa penutupan dimulai pada Sabtu siang, tanggal 18 April 2026.

Latar Belakang Penutupan

Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh media-media Iran, penutupan Selat Hormuz ini akan berlangsung hingga blokade Amerika Serikat terhadap kapal-kapal Iran dicabut sepenuhnya. Blokade tersebut telah menjadi titik panas dalam hubungan bilateral antara kedua negara, yang semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran

Secara terpisah, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menegaskan komitmen Teheran untuk terus melakukan pengawasan ketat terhadap Selat Hormuz. Mereka menyatakan bahwa pengawasan ini akan berlanjut hingga perang antara Iran dan koalisi AS-Israel benar-benar berakhir dan perdamaian tercapai di kawasan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Langkah ini menandai eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang telah berlangsung lama, dengan Selat Hormuz sebagai jalur strategis untuk transportasi minyak global. Penutupan sebelumnya telah menyebabkan gangguan signifikan dalam perdagangan internasional, dan keputusan terbaru ini diperkirakan akan berdampak serupa.

Iran berargumen bahwa tindakan ini diperlukan untuk melindungi kedaulatannya dan menanggapi tekanan dari pihak asing. Sementara itu, komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat, telah menyuarakan keprihatinan atas implikasi keamanan dan ekonomi dari penutupan ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga