Iran Tunda Pemakaman Ayatollah Khamenei, Ketakutan dan Perang Jadi Alasan Utama
Lebih dari tujuh minggu setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, pemerintah Iran masih belum memakamkan mantan pemimpin tertinggi tersebut. Penundaan ini memicu pertanyaan besar tentang alasan di balik ketidakpastian lokasi dan waktu pemakaman.
Kekhawatiran Serangan dan Protes Nasionalis
Menurut laporan dari NDTV dan Hindustan Times, otoritas Iran belum mengambil keputusan akhir soal lokasi pemakaman Ali Khamenei. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintahan Teheran, yang kini dipimpin oleh anak laki-laki Khamenei, Mojtaba Khamenei, sedang sibuk menangkal ancaman eksistensial dari pasukan AS dan Israel.
Seorang pakar keamanan, Behnam Taleblu dari Yayasan untuk Pembelaan Demokrasi, menilai para pejabat Iran "terlalu takut" untuk menggelar seremoni pemakaman besar-besaran dan mewah. Dalam analisisnya kepada New York Post, Taleblu menyatakan bahwa rezim Mojtaba lumpuh karena ketakutan, dan Iran tidak dalam posisi untuk menggelar seremoni peringatan yang megah saat perang dengan gencatan senjata yang rapuh terus berlangsung.
"Sederhananya, rezim terlalu takut dan terlalu lemah untuk mengambil risiko," kata Taleblu. Ia menambahkan bahwa ketidakmampuan Iran untuk menggelar pemakaman Khamenei hingga berminggu-minggu "mengungkapkan banyak hal" tentang ketakutan rezim akan konsekuensi jika kebenaran terungkap, termasuk potensi serangan udara Israel dan aksi protes nasionalis.
Perbandingan dengan Pemakaman Khomeini
Tahun 1989 silam, Iran menggelar seremoni pemakaman besar-besaran selama beberapa hari untuk pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Jutaan warga Iran membanjiri jalanan Teheran untuk menghadiri seremoni tersebut. Namun, pemandangan serupa tidak dapat dilihat untuk Khamenei saat ini, karena perang antara Iran melawan AS-Israel terus berkecamuk.
Taleblu juga menyinggung pemadaman internet selama 50 hari di Iran, yang menurutnya menunjukkan ketakutan rezim terhadap kebenaran yang mungkin terungkap. "Republik Islam suka berbicara besar soal menguasai jalanan, tetapi pemadaman internet selama 50 hari memberitahu Anda semua yang perlu Anda ketahui," sebutnya.
Teka-teki Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei
Satu alasan lain yang mungkin adalah teka-teki soal Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru, yang absen dari publik. Sudah beberapa minggu sejak ayahnya meninggal, Mojtaba belum juga muncul di depan umum. Rezim Teheran harus menjelaskan ketidakhadiran ini jika mereka memutuskan untuk memakamkan ayahnya dalam waktu dekat.
Pada awal Maret lalu, kantor berita Iran, Fars News, melaporkan bahwa Khamenei akan dimakamkan di kota Mashhad, kota kelahiran almarhum yang terletak di perbatasan Iran dengan Turkmenistan, jauh dari Israel. Saat itu, Teheran mengatakan bahwa seremoni penghormatan terakhir akan berlangsung selama tiga hari, dan prosesi pemakaman akan diumumkan kemudian. Namun, hingga kini tidak ada seremoni yang digelar.
Latar Belakang Kematian Khamenei
Ali Khamenei dilaporkan meninggal akibat serangan AS dan Israel di Teheran pada Minggu, 1 Maret 2026. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran tersebut, menyebutnya sebagai "salah satu orang paling jahat dalam sejarah". AS dan Israel menyerang wilayah Iran sejak Sabtu, 28 Februari, dengan puluhan bom dijatuhkan di kompleks kediaman Khamenei. Media Iran juga melaporkan bahwa putri hingga cucu Khamenei tewas dalam serangan tersebut.
Iran akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kematian Ali Khamenei, menyatakan bahwa pemimpin tertinggi itu telah mencapai syahid. Situasi ini memperburuk ketegangan di kawasan, dengan perang yang masih berlangsung dan ketidakpastian tentang masa depan Iran di bawah kepemimpinan baru.



