Iran Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan Drone Bawah Laut ke Kapal Minyak di Perairan Irak
Iran secara resmi mengklaim bertangg jawab atas serangan yang melibatkan drone bawah laut terhadap dua kapal tanker minyak di perairan teritorial Irak. Insiden yang terjadi pada Rabu (11/3/2026) malam ini mengakibatkan satu awak kapal dilaporkan meninggal dunia dan memicu kecaman keras dari pihak berwenang Irak.
Korban dan Upaya Penyelamatan
Menurut pernyataan resmi dari Direktur Jenderal Perusahaan Pelabuhan Irak, Farhan al-Fartousi, sebanyak 38 awak kapal berhasil diselamatkan dari kejadian tragis tersebut. Semua korban selamat tersebut merupakan warga negara asing, meskipun identitas kebangsaan mereka belum diungkap secara detail. Serangan ini terjadi di kawasan Teluk Persia yang secara geografis menjadi jalur penting perdagangan minyak global.
Detail Serangan dan Tanggapan Otoritas Irak
Laporan dari stasiun penyiaran Iran, IRIB, mengonfirmasi bahwa serangan drone bawah laut berhasil meledakkan kedua kapal tanker minyak tersebut. Rekaman video yang telah diverifikasi oleh CNN International menunjukkan dua kapal terbakar hebat dengan api yang menyebar ke perairan sekitarnya. Data pelacakan kapal mengindikasikan bahwa kedua kapal sedang berlabuh berdampingan ketika kebakaran dimulai.
Kepala media di komando operasi gabungan Irak, Letnan Jenderal Saad Maan, dengan tegas menyatakan bahwa serangan ini terjadi di perairan teritorial Irak. "Ini merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara kami," ujarnya. Maan menegaskan bahwa Irak berhak untuk mengambil tindakan hukum yang diperlukan sebagai respons atas insiden ini.
Identitas Kapal dan Latar Belakang Investigasi
Kedua kapal yang menjadi sasaran serangan diidentifikasi sebagai:
- Zefyros: Kapal tanker berbendera Malta dengan pemilik terdaftar berbasis di Yunani.
- Safesea Vishnu: Kapal tanker berbendera Marshall Islands yang dimiliki oleh perusahaan Safesea Transport Inc. yang berbasis di Amerika Serikat.
Sebelum klaim resmi dari Iran, sebuah sumber keamanan Irak di Basra memberikan informasi awal kepada CNN bahwa sebuah kapal Iran yang dipasangi bahan peledak diduga menjadi pelaku serangan terhadap kedua kapal tersebut. Investigasi mendalam masih terus dilakukan untuk mengungkap motif dan mekanisme pasti dari serangan ini.
Implikasi dan Konteks Regional
Serangan terhadap kapal-kapal minyak di Teluk Persia ini terjadi dalam konteks ketegangan geopolitik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah. Insiden ini berpotensi mempengaruhi stabilitas keamanan maritim dan alur perdagangan energi global. Otoritas setempat dan organisasi internasional diperkirakan akan meningkatkan pengawasan di perairan strategis tersebut untuk mencegah terjadinya serangan serupa di masa depan.
