Iran Tegaskan Syarat Mutlak untuk Perundingan dengan Amerika Serikat
Iran secara tegas menyatakan bahwa peluang untuk melakukan perundingan dengan Amerika Serikat (AS) hanya akan terbuka jika datang dari kehendak Teheran sendiri dan Washington sepenuhnya menghentikan niat permusuhan terhadap rakyat Iran. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, pada Rabu (25/3/2026), seperti dikutip dari kantor berita Tasnim.
Syarat Kunci untuk Normalisasi Hubungan
Zolfaghari menegaskan bahwa perundingan hanya akan terjadi jika itu merupakan kehendak Iran dan jika niat untuk bertindak melawan rakyat Iran dihapuskan sepenuhnya oleh pihak Amerika Serikat. "Perundingan hanya akan terjadi jika itu adalah kehendak kami dan jika niat untuk bertindak melawan rakyat Iran sepenuhnya dihilangkan," ujarnya dengan tegas.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa situasi tidak akan kembali normal sebelum syarat-syarat tersebut terpenuhi. "Hingga itu menjadi kehendak kami, tidak ada yang akan kembali normal. Ini hanya akan terjadi ketika niat untuk bertindak melawan rakyat Iran sepenuhnya dihapus dari pikiran kotor kalian," kata Zolfaghari dalam pernyataannya yang keras.
Implikasi bagi Hubungan Bilateral
Pernyataan ini mencerminkan posisi Iran yang tidak berkompromi dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat. Beberapa poin penting yang dapat disimpulkan dari pernyataan Zolfaghari adalah:
- Iran menempatkan kedaulatan dan kehendak nasional sebagai prasyarat utama untuk setiap dialog dengan AS.
- Penghentian niat permusuhan terhadap rakyat Iran dianggap sebagai langkah krusial sebelum normalisasi hubungan dapat dimulai.
- Pernyataan ini menunjukkan bahwa hubungan antara kedua negara masih sangat tegang dan memerlukan perubahan sikap dari pihak Washington.
Dengan demikian, jalan menuju perundingan antara Iran dan Amerika Serikat masih dipenuhi dengan tantangan, di mana Iran menetapkan syarat-syarat yang ketat sebagai dasar untuk membuka ruang dialog.



