Iran Peringatkan AS-Israel: Waktu Hampir Habis untuk Hormati Gencatan Senjata
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel bahwa "waktu hampir habis" untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata yang baru saja disepakati. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial X pada Jumat (10/4/2026), Ghalibaf menegaskan bahwa Lebanon harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kesepakatan tersebut.
Dokumen Resmi Iran Tegaskan Tiga Poin Penting
Ghalibaf mengutip dokumen posisi resmi Iran yang merupakan bagian dari proposal 10 poin yang mendasari gencatan senjata. Dokumen tersebut secara eksplisit menyatakan tiga poin krusial:
- "Lebanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu-sekutu Iran, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gencatan senjata," tegas poin pertama dalam dokumen tersebut.
- "Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif secara terbuka dan jelas menekankan isu Lebanon selama pembicaraan di Islamabad; tidak ada ruang untuk penyangkalan atau penarikan kembali pernyataan," sebut poin kedua yang merujuk pada peran Pakistan sebagai mediator konflik AS-Iran.
- "Pelanggaran gencatan senjata membawa konsekuensi yang jelas dan respons yang KUAT. Padamkan api segera," demikian bunyi poin ketiga yang memberikan peringatan tegas.
Israel Menyangkal, Iran Menilai Pelanggaran Terang-terangan
Pernyataan Ghalibaf ini disampaikan dalam konteks yang sangat tegang, di mana Israel secara resmi menyangkal adanya gencatan senjata di Lebanon. Pasukan Israel terus melancarkan pengeboman agresif terhadap negara tetangganya tersebut, yang menjadi markas kelompok Hizbullah yang didukung penuh oleh Iran.
Teheran dengan tegas menilai serangan berkelanjutan Tel Aviv terhadap Beirut dan wilayah Lebanon lainnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata. Kesepakatan ini dimediasi dengan melibatkan berbagai aktor regional dan internasional, termasuk Pakistan yang memainkan peran penting dalam proses diplomasi.
Konsistensi Posisi Iran dan Peringatan Akhir
Menurut laporan Press TV, Iran secara konsisten menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak hanya mencakup kepentingan langsung Iran, tetapi juga menjamin keamanan penuh Lebanon dan Poros Perlawanan yang lebih luas. Para pejabat Teheran menegaskan bahwa setiap interpretasi selektif atau upaya mengecualikan Lebanon dari kesepakatan tersebut merupakan pelanggaran berbahaya yang tidak akan dibiarkan begitu saja.
Ghalibaf bahkan menyatakan dengan tegas bahwa setiap upaya untuk mengecualikan Lebanon, atau Poros Perlawanan, dari gencatan senjata akan mendapatkan respons yang tegas dan tidak terduga dari pihak Iran. Peringatan ini disampaikan untuk mencegah adanya salah tafsir atau penyangkalan terhadap gencatan senjata selama dua minggu yang telah disepakati pada Selasa (7/4).
Dalam klimaks pernyataannya, Ghalibaf mengulangi peringatan yang sama: "Waktu hampir habis" bagi Amerika Serikat dan Israel untuk menghormati kesepakatan yang telah dibuat. Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah, di mana kepatuhan terhadap gencatan senjata menjadi penentu utama stabilitas regional dalam minggu-minggu mendatang.



