Iran Kecam Blokade AS di Selat Hormuz, Ancaman Pasokan Minyak Global Meningkat
Iran Kecam Blokade AS, Selat Hormuz Terancam Memanas

Iran Kecam Blokade AS, Selat Hormuz Terancam Memanas

Jakarta - Iran telah melancarkan kecaman keras terhadap blokade pelabuhan-pelabuhannya yang diberlakukan oleh Amerika Serikat, menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional. Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, menegaskan bahwa blokade yang mulai berlaku pada Senin (13/04) merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan Iran.

Dalam surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang dikutip oleh kantor berita AFP, Iravani menyatakan bahwa tindakan AS ini tidak hanya melanggar prinsip-prinsip fundamental hukum laut internasional, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian global. "Blokade ini adalah pelanggaran berat yang mengancam stabilitas internasional," tulisnya dalam surat tersebut.

Eskalasi Ketegangan Pasca Kegagalan Perundingan Damai

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah pembicaraan damai yang digelar di Pakistan pada akhir pekan gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Militer Amerika Serikat kemudian mulai memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal dari semua negara yang menuju atau meninggalkan pelabuhan serta wilayah pesisir Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa langkah ini bertujuan untuk memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang dalam kondisi normal dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan gas dunia. "Kita tidak bisa membiarkan sebuah negara memeras dunia," tegas Trump dalam pernyataannya di Gedung Putih.

Trump juga mengeluarkan peringatan keras bahwa kapal perang Iran yang mendekati area blokade akan dihancurkan, dengan menyatakan setiap kapal yang mendekat akan "segera dieliminasi." Pejabat militer AS menegaskan bahwa blokade akan diterapkan terhadap semua kapal yang mencoba memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran, sebagai respons atas kegagalan perundingan damai antara Washington dan Teheran.

Ancaman terhadap Gencatan Senjata dan Dampak Ekonomi Global

Blokade ini diberlakukan meskipun sebelumnya Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, yang dijadwalkan berakhir pada 22 April. Langkah Washington menimbulkan kekhawatiran bahwa kesepakatan gencatan senjata itu bisa bubar, memicu peningkatan pertempuran di kawasan. Iran merespons dengan ancaman terhadap keamanan semua pelabuhan di Teluk Persia dan Teluk Oman, yang berpotensi memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas.

Ketegangan di sekitar Selat Hormuz memiliki dampak langsung terhadap ekonomi global, mengingat selat tersebut merupakan jalur vital bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melewati perairan sempit ini setiap hari. Gangguan terhadap jalur ini sejak perang dimulai pada 28 Februari telah mendorong lonjakan harga energi global.

Namun, pada perdagangan Selasa, harga minyak sempat turun sedikit di bawah 100 dolar per barel karena muncul harapan bahwa Washington dan Teheran masih membuka peluang dialog baru untuk mengakhiri konflik. Para analis memperingatkan bahwa situasi tetap rapuh, dan setiap eskalasi militer atau gangguan pelayaran di Selat Hormuz berpotensi kembali mendorong lonjakan harga energi serta menekan ekonomi global.

Selat Hormuz diakui sebagai jalur energi paling penting di dunia, dengan peran kritis dalam menjaga stabilitas pasar minyak internasional. Gangguan berkelanjutan di kawasan ini tidak hanya mengancam pasokan energi, tetapi juga dapat mengguncang perdagangan global secara keseluruhan, menekankan urgensi resolusi damai untuk mencegah krisis yang lebih dalam.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga