Iran Buka Suara Usai 3 Pejabat Penting Gugur Dibunuh Israel dalam 2 Hari
Iran Buka Suara Usai 3 Pejabat Penting Dibunuh Israel

Iran Buka Suara Usai 3 Pejabat Penting Gugur Dibunuh Israel dalam 2 Hari

Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah secara resmi mengkonfirmasi bahwa Israel bertanggung jawab atas pembunuhan Menteri Intelijen Esmail Khatib dalam suatu serangan. Peristiwa tragis ini menandai pembunuhan ketiga terhadap pejabat tinggi Iran dalam rentang waktu hanya dua hari, memperdalam ketegangan yang sudah memanas di kawasan Timur Tengah.

Rangkaian Serangan yang Mematikan

Dilansir dari Al Jazeera pada Kamis (19/3/2026), pengumuman dari Presiden Pezeshkian datang beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka mengklaim bahwa menteri Iran tersebut telah tewas. Sebelumnya, pada Selasa (17/3), serangan udara Israel juga menewaskan dua pejabat keamanan Iran lainnya, yaitu Kepala Keamanan Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani, yang menjabat sebagai kepala pasukan paramiliter Basij.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian dengan tegas mengutuk apa yang disebutnya sebagai "pembunuhan pengecut terhadap rekan-rekan saya yang terkasih," seraya menyatakan bahwa kejadian ini "membuat kami patah hati." Melalui sebuah unggahan di platform media sosial X, ia menambahkan pesan tegas bahwa "jalan mereka akan berlanjut lebih kuat dari sebelumnya," mengisyaratkan tekad Iran untuk tidak gentar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Respons dan Strategi Israel

Analis militer Israel, seperti dilaporkan Al Jazeera, menganggap Esmail Khatib sebagai tokoh terpercaya yang memiliki kedekatan dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Katz juga mengumumkan bahwa ia bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberikan otorisasi tetap kepada militer Israel untuk melenyapkan pejabat senior Iran lainnya yang menjadi target, tanpa perlu persetujuan kasus per kasus.

"Ini dilihat sebagai keberhasilan lain dari perspektif Israel dalam menargetkan kepemimpinan Iran," ujar Katz, menegaskan pendekatan agresif yang diambil. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat turut terlibat dengan menawarkan hadiah sebesar $10 juta untuk informasi mengenai pemimpin tertinggi Iran yang baru serta pejabat tinggi lainnya, termasuk Khatib.

Dampak dan Konteks yang Lebih Luas

Upacara pemakaman untuk Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani telah diadakan di Teheran pada Rabu (18/3), seperti dilaporkan Press TV. Larijani, yang dikenal sebagai salah satu operator politik paling berpengaruh di Iran, sebelumnya memimpin negosiasi nuklir dengan Barat dan menjabat sebagai ketua parlemen. Kepergiannya menimbulkan duka mendalam di kalangan pejabat dan pelayat yang berkumpul untuk menghormati jasa-jasanya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan Al Jazeera setelah pembunuhan Larijani dikonfirmasi, menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak bergantung pada satu individu saja. "AS dan Israel belum menyadari bahwa pemerintah Iran tidak bergantung pada satu individu saja," katanya, menekankan ketahanan institusi negara.

Konflik ini terjadi dalam konteks yang lebih luas, di mana Israel telah lama membunuh musuh-musuhnya, termasuk banyak pemimpin Hamas di dalam dan luar Gaza. Perwakilan Hamas yang tewas dalam lebih dari dua tahun perang meliputi pemimpin politik tertinggi Yahya Sinwar, komandan militer Mohammed Deif, dan kepala politik Ismail Haniyeh, yang dibunuh di Teheran. Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di Lebanon dan mantan Perdana Menteri Houthi Ahmed Rahawi di Yaman juga menjadi korban, dengan pejabat Israel mengisyaratkan kelanjutan serangan semacam itu.

Sejak melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat secara sistematis telah menyingkirkan sebagian besar pemimpin militer dan politik Iran tingkat atas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang tewas pada hari pertama perang bersama beberapa anggota keluarganya. Situasi ini memperlihatkan eskalasi konflik yang terus berlanjut, dengan implikasi signifikan bagi stabilitas regional dan global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga