Iran Bongkar Bukti AS Gunakan Negara Teluk untuk Serang Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara terbuka membela serangan yang dilancarkan Teheran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan negara-negara Teluk. Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa (10/3/2026), Araghchi membagikan bukti video yang menunjukkan bahwa sistem roket AS dioperasikan dari wilayah negara-negara tetangga Iran.
Bukti Video dari CENTCOM
Araghchi, seperti dilansir dari Press TV, menyatakan bahwa sebuah video resmi yang dirilis oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi penggunaan wilayah negara-negara tetangga Iran oleh pasukan Amerika untuk melancarkan serangan. CENTCOM sendiri bertugas mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah.
"Terima kasih CENTCOM karena telah mengakui bahwa Anda menggunakan wilayah tetangga-tetangga kami untuk mengerahkan sistem HIMARS terhadap rakyat kami, tampaknya termasuk pabrik desalinasi," kata Araghchi dalam pernyataan melalui media sosial X.
Pernyataan Tegas Iran
Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu untuk membalas serangan tersebut. "Tidak ada yang perlu mengeluh jika rudal-rudal kuat kami menghancurkan sistem-sistem ini di mana pun mereka berada sebagai pembalasan," ucapnya.
Pernyataan ini merujuk pada video yang diunggah di akun media sosial resmi CENTCOM, yang menunjukkan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) milik Angkatan Darat AS ditembakkan dari lokasi gurun. Meskipun militer AS tidak mengungkapkan lokasi pasti peluncuran, analis memperkirakan sistem itu dapat ditempatkan di sepanjang pantai selatan Teluk Persia, di mana beberapa pangkalan AS berlokasi.
Latar Belakang dan Implikasi
Teheran telah berulang kali memperingatkan bahwa aset militer AS apa pun yang digunakan untuk menyerang wilayah Iran akan dianggap sebagai target yang sah. Awal pekan ini, Iran melaporkan serangan gabungan AS dan Israel yang menghantam pabrik desalinasi di Pulau Qeshm, bagian selatan negara tersebut.
Serangan tersebut mengganggu pasokan air ke lebih dari 30 desa di Iran. Para pejabat Teheran mengutuk insiden ini sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil dan menegaskan bahwa serangan semacam itu tidak akan dibiarkan begitu saja.
Dengan jangkauan sistem HIMARS yang mencapai 300 hingga 500 kilometer tergantung jenis rudal, analis militer menyimpulkan bahwa penempatan sistem ini di negara-negara Teluk memungkinkan AS untuk menyerang target di Iran dengan efektif. Situasi ini memperuncing ketegangan di kawasan Timur Tengah dan menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih lanjut.
