Iran Siap Bantu Kapal Jepang di Selat Hormuz: Jalur Tetap Terbuka
Iran Bantu Kapal Jepang di Selat Hormuz, Jalur Tetap Terbuka

Iran Siap Bantu Kapal Jepang di Selat Hormuz: Jalur Tetap Terbuka

Iran menyatakan kesiapannya untuk membantu kapal-kapal Jepang berlayar melalui Selat Hormuz, jalur vital untuk pasokan bahan bakar global. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menegaskan bahwa negaranya tidak menutup selat tersebut.

Penegasan Iran Terhadap Keterbukaan Selat Hormuz

Dalam wawancara telepon dengan Kyodo News pada Jumat (20/3/2026), Araghchi membantah klaim bahwa Iran menutup jalur pelayaran tersebut. "Kami belum menutup selat tersebut. Selat itu terbuka," tegasnya. Ia menambahkan bahwa Iran siap memastikan jalur aman bagi Jepang, sambil menekankan bahwa negara-negara yang menyerang Iran akan menghadapi pembatasan, sementara negara lain ditawari bantuan.

Ketergantungan Jepang pada Impor Minyak Timur Tengah

Jepang, sebagai ekonomi terbesar keempat di dunia dan importir minyak terbesar kelima, sangat bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah. Sebanyak 95% pasokan minyak Jepang berasal dari kawasan tersebut, dengan 70% di antaranya melewati Selat Hormuz. Ketergantungan ini membuat Jepang rentan terhadap gangguan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Respons Jepang dan Komunitas Internasional

Menghadapi ketidakpastian di Selat Hormuz, Jepang telah mengambil langkah-langkah antisipatif. Pada Senin (16/3/2026), Tokyo mengumumkan bahwa mereka mulai melepaskan cadangan minyak strategisnya, yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Cadangan ini setara dengan konsumsi domestik Jepang selama 254 hari.

Selain itu, anggota Badan Energi Internasional (IEA) telah sepakat pada 11 Maret 2026 untuk memanfaatkan cadangan minyak mereka guna meredam lonjakan harga yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Ini merupakan respons terbesar yang pernah dilakukan untuk jenis konflik tersebut.

Latar Belakang Ketegangan di Selat Hormuz

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah Iran secara efektif menutup selat tersebut sebagai balasan atas serangan AS-Israel. Tindakan ini memaksa negara-negara yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut, termasuk Jepang, untuk berupaya mencari rute alternatif dan memanfaatkan cadangan minyak mereka. Pernyataan Araghchi ini muncul dalam konteks upaya meredakan kekhawatiran internasional dan menjaga stabilitas pasokan energi global.

Dengan komitmen Iran untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan membantu kapal Jepang, diharapkan dapat mengurangi tekanan pada pasar minyak global dan mendukung keamanan maritim di kawasan strategis tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga