Iran Tegaskan Tidak Tertarik Dialog dengan AS, Bantah Klaim Trump Soal Keinginan Kesepakatan
Iran Bantah Klaim Trump Soal Keinginan Kesepakatan dengan AS

Iran Tegaskan Tidak Ada Minat untuk Berdialog dengan Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dengan tegas menyatakan bahwa negaranya tidak memiliki ketertarikan untuk melakukan dialog dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini sekaligus membantah klaim dari Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa Teheran sebenarnya menginginkan sebuah kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terjadi.

"Kami stabil dan cukup kuat. Kami hanya membela rakyat kami. Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berbicara dengan Amerika, karena kami sedang berbicara dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami," ujar Araghchi dalam sebuah wawancara eksklusif dengan program "Face The Nation" di CBS, seperti dilaporkan oleh AFP pada hari Minggu, 15 Maret 2026.

Pengalaman Buruk dalam Berdialog dengan AS

Araghchi menambahkan bahwa Iran tidak memiliki pengalaman positif dalam berkomunikasi dengan Amerika Serikat. "Tidak ada pengalaman baik berbicara dengan Amerika," sambungnya, menegaskan sikap skeptis pemerintah Iran terhadap upaya diplomasi dengan Washington.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengklaim bahwa Iran sebenarnya menginginkan sebuah kesepakatan, tetapi ia menyatakan tidak siap untuk membuat kesepakatan dengan syarat-syarat yang berlaku saat ini. Namun, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai bentuk kesepakatan yang dimaksud.

"Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi," tegas Araghchi, menolak keras narasi yang dibangun oleh pihak AS.

Kesiapan Iran untuk Bernegosiasi dengan Negara Lain

Meski menolak dialog dengan Amerika Serikat, Araghchi menyatakan bahwa Iran terbuka untuk berbicara dengan negara-negara lain yang ingin bernegosiasi. Tujuan dari negosiasi ini adalah untuk memastikan kapal tanker minyak tertentu dapat melewati jalur ekspor utama di Selat Hormuz dengan aman.

"Saya tidak dapat menyebutkan negara tertentu, tetapi kami telah didekati oleh sejumlah negara yang ingin memiliki jalur aman untuk kapal mereka," imbuhnya, menunjukkan bahwa Iran masih mempertahankan jalur komunikasi dengan pihak internasional di luar AS.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun hubungan dengan Washington tetap tegang, Iran masih berusaha untuk menjaga stabilitas di kawasan, khususnya dalam hal lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi perdagangan global.