Ekspor Kepiting Bakau Mimika Tembus Rp1,05 Miliar, UMKM dan Nelayan Terdongkrak
Ekspor Kepiting Bakau Mimika Capai Rp1,05 Miliar

Produk perikanan unggulan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus menembus pasar internasional. Sebanyak 4.290 kilogram kepiting karaka hasil tangkapan nelayan lokal diekspor ke Malaysia dan Singapura oleh PT Hokky Laut Perkasa dengan nilai devisa mencapai Rp186,4 juta. Capaian ini menjadi kabar positif bagi pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir di Mimika. Tingginya permintaan pasar global membuka peluang ekonomi baru bagi daerah yang memiliki potensi laut melimpah.

Ekspor Meningkat Signifikan

Berdasarkan data hingga awal Mei 2026, total ekspor kepiting bakau hidup dari Mimika telah mencapai 19.245 kilogram dengan nilai ekonomi sebesar Rp1,05 miliar. Angka itu hampir menyamai total capaian ekspor sepanjang tahun 2025, meskipun tahun 2026 baru berjalan lima bulan. Peningkatan ini mencerminkan semakin baiknya kualitas produk perikanan Mimika serta kesiapan pelaku usaha lokal dalam memenuhi standar pasar internasional.

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan sektor perikanan dan UMKM agar mampu bersaing di pasar global. "Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh melalui pembinaan, pelatihan sumber daya manusia, hingga penguatan akses promosi. Kami ingin UMKM di Mimika terus berkembang secara kualitas dan kuantitas agar mampu bersaing di tingkat internasional," ujar Johannes.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peluang Usaha Nelayan Meningkat

Menurut Johannes, aktivitas ekspor ini tidak hanya berdampak pada peningkatan devisa daerah, tetapi juga memperluas peluang usaha bagi nelayan, pelaku distribusi, hingga UMKM pengolahan hasil laut. Kemudahan akses pasar luar negeri diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat rantai ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Pendampingan kepada pelaku usaha terus dilakukan agar masyarakat lebih memahami proses ekspor.

Program KLIK-PACE dari Bea Cukai

Melalui program KLIK-PACE (Klinik Ekspor), Bea Cukai Timika memberikan asistensi kepada UMKM dan eksportir mulai dari identifikasi produk potensial, sosialisasi prosedur ekspor, hingga pendampingan penyusunan dokumen dan promosi. Kepala Kantor Bea Cukai Timika Yudi Amirullah menegaskan bahwa pihaknya berupaya menghadirkan layanan ekspor yang cepat, mudah, dan transparan bagi masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa ekspor ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal untuk melahirkan lebih banyak eksportir baru dari Mimika yang berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah," kata Yudi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Khusus Bea Cukai Papua Encep Dudi Ginanjar menyebut keberhasilan ekspor komoditas perikanan dari Mimika menunjukkan besarnya potensi ekonomi Papua jika didukung kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. "Ekspor ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan UMKM, serta memperkuat daya saing produk unggulan Papua di pasar internasional," ujar Encep.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga