Iran Ancam Serang Kota-Kota di Eropa Jika Negara-Negara Eropa Bergabung dalam Perang
Pemerintah Iran telah mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara Eropa untuk tidak bergabung dalam konflik militer melawan negara tersebut. Dalam pengumuman resmi yang disampaikan di Teheran pada Selasa (3/3) waktu setempat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa tindakan apa pun oleh negara-negara Eropa akan dianggap sebagai "tindakan perang" dan akan dibalas dengan serangan terhadap kota-kota di Eropa.
Peringatan Resmi dari Teheran
Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dalam konferensi pers yang dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Iran, Press TV, dan Euronews pada Rabu (4/3/2026). Baghaei menekankan bahwa langkah-langkah defensif yang dipertimbangkan oleh beberapa negara Eropa akan dipandang sebagai provokasi langsung.
"Itu akan menjadi tindakan perang. Tindakan apa pun terhadap Iran akan dianggap sebagai keterlibatan dengan para agresor. Itu akan dianggap sebagai tindakan perang terhadap Iran," ujar Baghaei dengan tegas. Ia menambahkan, "Defensif sama artinya dengan ofensif, tidak masuk akal, apakah mereka ingin menghilangkan kemampuan dan kapasitas Iran untuk melawan agresor."
Baghaei juga menyatakan kekecewaannya terhadap sikap negara-negara Eropa, dengan mengatakan, "Akan sangat disayangkan jika negara-negara ini berpihak pada agresor, mereka sudah cukup berbuat melawan Iran."
Latar Belakang dan Eskalasi Ketegangan
Peringatan ini muncul di tengah upaya negara-negara Eropa untuk meningkatkan pertahanan mereka, karena perang Iran dikhawatirkan meluas ke luar kawasan Timur Tengah dan mengancam keamanan Eropa. Ketegangan meningkat setelah insiden serangan drone tempur buatan Iran yang menargetkan pangkalan Akrotiri milik Angkatan Udara Inggris di Siprus, sebuah negara anggota Uni Eropa, pada hari Senin lalu.
Para pejabat meyakini bahwa drone tersebut ditembakkan dari Lebanon, kemungkinan oleh kelompok militan Hizbullah. Serangan ini mendorong Inggris untuk memperkuat pertahanan pangkalan militer di pulau Mediterania tersebut. Media Inggris melaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan kapal-kapal perang guna memperkuat pangkalan terhadap kemungkinan serangan di masa mendatang.
Selain Inggris, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga telah memerintahkan kapal induk Prancis untuk bergerak menuju kawasan Timur Tengah, menunjukkan kesiapsiagaan militer yang meningkat di antara negara-negara Eropa.
Implikasi dan Dampak Potensial
Ancaman Iran untuk menyerang kota-kota di Eropa jika negara-negara Eropa bergabung dalam perang menandai eskalasi signifikan dalam konflik regional. Peringatan ini tidak hanya ditujukan kepada pemerintah Eropa tetapi juga berpotensi memengaruhi:
- Stabilitas keamanan internasional, dengan risiko perluasan konflik ke luar Timur Tengah.
- Hubungan diplomatik antara Iran dan negara-negara Eropa, yang sudah tegang akibat sanksi dan isu nuklir.
- Kebijakan pertahanan Eropa, yang mungkin perlu menyesuaikan strategi dalam menghadapi ancaman baru.
Dengan situasi yang terus berkembang, masyarakat internasional mengawasi dengan cermat respons dari negara-negara Eropa terhadap ancaman ini, sambil berharap agar ketegangan dapat diredakan melalui jalur diplomatik untuk mencegah konflik yang lebih luas.
