Indonesia Tegaskan Fokus pada Misi Kemanusiaan di Gaza, Bukan Operasi Pelucutan Senjata
Pemerintah Indonesia secara resmi menegaskan bahwa keterlibatan negara dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza akan menitikberatkan pada misi kemanusiaan, bukan operasi pelucutan senjata. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl A. Mulachela, ketika memberikan penjelasan terkait rencana pengiriman pasukan keamanan Indonesia ke wilayah konflik tersebut.
Proses Persiapan Sedang Berjalan, Detail Belum Definitif
Vahd Nabyl mengungkapkan bahwa proses persiapan untuk keterlibatan Indonesia dalam ISF di Gaza memang sedang dilakukan. Namun, ia menekankan bahwa timeline atau jadwal pasti serta jumlah pasukan yang akan dikirim belum ditetapkan secara definitif. "Kalau untuk proses persiapan, memang Indonesia melakukan persiapan tersebut. Mengenai timeline, belum ada yang definitif. Jumlah juga belum definitif, tapi prosesnya sedang dilakukan," kata Vahd Nabyl, seperti dikutip dari Antara pada Rabu, 11 Februari 2026.
Penegasan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam upaya perdamaian dan bantuan kemanusiaan di Gaza, tanpa terlibat dalam operasi militer yang bersifat ofensif seperti pelucutan senjata. Fokus pada misi kemanusiaan ini sejalan dengan prinsip diplomasi Indonesia yang sering mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam konflik internasional.
Koordinasi Lintas Kementerian dan Komunikasi Internasional Diperlukan
Vahd Nabyl juga menjelaskan bahwa rencana keterlibatan Indonesia dalam ISF di Gaza memerlukan koordinasi yang intensif di dalam negeri, melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Selain itu, komunikasi dengan berbagai pihak internasional juga menjadi bagian penting dari proses ini untuk memastikan keselarasan dan efektivitas misi.
Koordinasi lintas kementerian ini mencakup aspek-aspek seperti logistik, keamanan, dan dukungan diplomatik, sementara komunikasi internasional bertujuan untuk menyelaraskan langkah Indonesia dengan negara-negara lain yang terlibat dalam ISF. Hal ini menunjukkan kompleksitas dan keseriusan persiapan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
Dengan penekanan pada misi kemanusiaan, Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meringankan penderitaan warga Gaza, sambil tetap menjaga netralitas dan fokus pada bantuan kemanusiaan. Langkah ini juga mencerminkan peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.