Hizbullah Desak Lebanon Hentikan Konsesi Cuma-Cuma ke Israel Jelang Negosiasi
Hizbullah Desak Lebanon Hentikan Konsesi ke Israel

Hizbullah Serukan Penghentian Konsesi Cuma-Cuma ke Israel Jelang Perundingan Washington

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, secara tegas meminta pemerintah Lebanon untuk tidak lagi memberikan konsesi cuma-cuma kepada Israel. Seruan ini disampaikan tepat menjelang rencana negosiasi langsung antara kedua pihak yang akan digelar di Washington, Amerika Serikat, pada pekan depan.

Pernyataan Tegas Melalui Televisi Al-Manar

Dilansir dari kantor berita AFP pada Jumat, 10 April 2026, Qassem menyampaikan pernyataan tertulisnya yang disiarkan melalui stasiun televisi Al-Manar. Dalam pernyataan tersebut, ia menegaskan sikap keras kelompoknya terhadap situasi yang sedang berkembang.

"Kami tidak akan menerima kembalinya situasi sebelumnya, dan kami menyerukan kepada para pejabat untuk berhenti menawarkan konsesi cuma-cuma," tegas Qassem. Ia juga dengan keras mengecam serangan yang terjadi pada Rabu lalu, yang disebutnya sebagai "kejahatan berdarah".

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dalam insiden tersebut, serangan udara Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 300 orang di Lebanon dan melukai ribuan lainnya, meskipun terdapat pengumuman gencatan senjata.

Rencana Negosiasi Langsung Antara Israel dan Lebanon

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Kamis, 9 April, mengumumkan bahwa dirinya telah menginstruksikan para pejabat Tel Aviv untuk memulai negosiasi langsung dengan Beirut "sesegera mungkin". Pernyataan ini disampaikan meskipun serangan udara Israel terus berlanjut di seluruh wilayah Lebanon.

Netanyahu menyatakan bahwa negosiasi akan fokus pada dua poin utama: perlucutan senjata Hizbullah dan pembangunan "hubungan damai" antara Israel dan Lebanon. Amerika Serikat, menurut seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS yang dikutip oleh Anadolu, akan bertindak sebagai tuan rumah untuk negosiasi langsung ini.

Jadwal dan Perwakilan dalam Negosiasi

Berdasarkan keterangan seorang pejabat senior Israel kepada media AS, Axios, negosiasi diperkirakan akan dimulai pekan depan. Pertemuan pertama direncanakan akan digelar di gedung Departemen Luar Negeri AS di Washington DC.

Adapun perwakilan yang akan hadir dalam negosiasi ini meliputi:

  • Duta Besar AS untuk Lebanon, Michel Issa, sebagai perwakilan Washington.
  • Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, mewakili Tel Aviv.
  • Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Hamadeh-Moawad, mewakili Beirut.

Eskalasi Militer dan Bantahan Terkait Gencatan Senjata

Media lokal Israel, Channel 14, melaporkan bahwa negosiasi tersebut "akan berlangsung di bawah serangan", merujuk pada eskalasi militer yang terjadi di Lebanon bagian selatan. Militer Israel telah meningkatkan serangan udara di seluruh wilayah Lebanon sejak Rabu, 8 April, yang mengakibatkan sedikitnya 303 orang tewas dan 1.150 orang luka-luka.

Serangan ini terjadi meskipun ada pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran. Walaupun Pakistan sebagai mediator menegaskan bahwa gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, baik Amerika Serikat maupun Israel membantah klaim ini.

Situasi ini menciptakan ketegangan yang signifikan menjelang dimulainya negosiasi, dengan Hizbullah bersikeras menolak konsesi lebih lanjut dan Israel terus melancarkan serangan militer.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga