PBB Laporkan Hampir 700 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Drone di Sudan
Hampir 700 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Drone di Sudan

PBB Laporkan Hampir 700 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Drone di Sudan

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan fakta pilu bahwa hampir 700 warga sipil telah tewas dalam rentetan serangan drone di wilayah Sudan sejak Januari lalu. PBB mengecam perang sipil yang berkecamuk selama tiga tahun di Sudan yang telah menciptakan "krisis kemanusiaan terbesar di dunia" dengan dampak yang sangat menghancurkan.

Perang Berkepanjangan yang Menghancurkan

Sekarang memasuki tahun keempat, konflik yang berkecamuk antara militer Sudan dan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF) telah menewaskan puluhan ribu orang, memaksa lebih dari 11 juta orang mengungsi, dan menjerumuskan beberapa daerah ke dalam kelaparan serta kekurangan pangan yang akut. Situasi ini semakin memperparah penderitaan rakyat Sudan yang sudah berkepanjangan.

"Dalam tiga bulan pertama tahun ini, hampir 700 warga sipil dilaporkan tewas dalam serangan-serangan drone," kata kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, dalam pernyataan terbaru yang dirilis sehari sebelum peringatan tiga tahun perang sipil di Sudan. Pernyataan Fletcher ini menjadi pengingat suram tentang kegagalan komunitas internasional dalam mengatasi konflik yang mematikan ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Serangan Drone yang Meluas

Dalam beberapa bulan terakhir, serangan drone yang terjadi hampir setiap hari telah mengganggu kehidupan di seluruh Sudan, khususnya di wilayah Kordofan bagian selatan yang kini menjadi medan pertempuran utama perang, dan di daerah-daerah yang dikuasai RSF di bagian barat, termasuk Darfur. Serangan udara ini telah mengubah lanskap konflik dan meningkatkan korban jiwa secara signifikan.

Fletcher menambahkan, "Jutaan orang telah diusir dari rumah-rumah mereka di seluruh Sudan dan di luar perbatasannya, dengan seluruh komunitas dikosongkan dan keluarga-keluarga dipindahkan berulang kali. Risiko ketidakstabilan regional yang lebih luas sangat tinggi."

Krisis Kemanusiaan yang Semakin Parah

Dikatakan oleh Fletcher bahwa tiga tahun perang telah menghancurkan negara yang menyimpan harapan besar, dengan hampir 34 juta orang — nyaris dua orang dari setiap tiga orang — membutuhkan dukungan kemanusiaan mendesak. Angka ini mencerminkan skala bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara tersebut.

Dia menjelaskan bahwa kelaparan meningkat seiring mendekatnya musim paceklik, sementara ratusan ribu anak mengalami kekurangan gizi akut dan jutaan anak kehilangan kesempatan pendidikan. Wanita dan anak perempuan, sebut Fletcher, menghadapi kekerasan seksual yang sistemik dan brutal yang semakin memperparah trauma kolektif.

Respons Kemanusiaan yang Terkendala Dana

Fletcher mengatakan bahwa tahun lalu, para pekerja kemanusiaan berhasil menjangkau 17 juta orang dengan dukungan kemanusiaan, dan tahun ini akan berupaya membantu 20 juta orang di Sudan. Namun, dia juga mengakui bahwa: "Respons tersebut sangat kekurangan dana" sehingga upaya bantuan menjadi terhambat.

"Kita membutuhkan tindakan sekarang — untuk menghentikan kekerasan, melindungi warga sipil, memastikan akses ke komunitas yang paling terancam, dan mendanai respons tersebut. Peringatan yang suram dan menyedihkan ini menandai satu tahun lainnya ketika dunia gagal menghadapi ujian Sudan," tegas Fletcher dengan nada keprihatinan yang mendalam.

Keterbatasan Pendanaan Internasional

Koordinator tetap PBB di Sudan, Denise Brown, mengungkapkan pada Senin (13/4) bahwa permohonan PBB untuk menggalang dana sebesar US$ 2,9 miliar untuk Sudan tahun ini baru terpenuhi 16 persen. Penurunan kontribusi bantuan internasional dari negara-negara anggota menjadi penyebab utama keterbatasan ini.

Dengan hanya 16 persen dari target pendanaan yang tercapai, upaya kemanusiaan di Sudan menghadapi tantangan besar dalam menyelamatkan nyawa dan mengurangi penderitaan jutaan orang yang terjebak dalam konflik. Situasi ini memerlukan perhatian dan tindakan segera dari komunitas global untuk mencegah bencana yang lebih besar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga