Dubes Saudi Kecam Serangan Iran ke Negara Teluk, Sebut Langgar Perjanjian Internasional
Dubes Saudi Kecam Serangan Iran ke Negara Teluk

Dubes Arab Saudi Kecam Keras Serangan Iran ke Kawasan Teluk

Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, secara tegas mengecam serangan yang dilancarkan Iran terhadap Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tindakan Iran tidak hanya melanggar perjanjian internasional yang berlaku, tetapi juga secara serius memicu ketidakstabilan di kawasan tersebut.

Konferensi Pers di Kediaman Dubes Saudi

Pernyataan keras itu disampaikan oleh Faisal dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kediaman Duta Besar Arab Saudi, yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 24 Maret 2026. Ia dengan jelas menyatakan bahwa serangan Iran telah menciptakan ancaman politik yang sangat serius bagi stabilitas regional.

"Iran melakukan serangan yang secara nyata dan jelas bertentangan dengan perjanjian internasional. Tindakan ini membuat kawasan tidak stabil dan menciptakan ancaman politik yang sangat serius, terutama yang mengarah kepada Kerajaan Arab Saudi," kata Faisal dalam pernyataannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Target Serangan Meluas ke Fasilitas Vital

Faisal lebih lanjut mengungkapkan bahwa serangan Iran tidak hanya terbatas pada target militer, tetapi juga telah menargetkan rumah-rumah penduduk, fasilitas vital, dan instalasi energi di sejumlah negara Teluk. Ia menilai bahwa aksi ini telah memperlemah solidaritas di antara negara-negara Muslim dan justru meretakkan stabilitas kawasan.

"Serangan itu bukan hanya mengenai target militer. Ada rumah-rumah penduduk, fasilitas penting, bahkan depo minyak yang menjadi sasaran. Dampaknya sangat besar, baik materiel maupun non-materiel," ujarnya dengan nada prihatin.

Mayoritas Serangan Iran ke Negara Tetangga

Di sisi lain, Faisal menyoroti fakta bahwa mayoritas serangan Iran tidak diarahkan ke Israel seperti yang banyak diberitakan, melainkan justru menyasar negara-negara tetangganya di kawasan Teluk. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 85% serangan Iran mengarah ke negara Arab dan negara Muslim lainnya.

"Kalau dipersentasekan, serangan Iran ke Israel hanya sekitar 15%. Sementara lebih dari 85% justru ditujukan kepada negara-negara tetangganya—negara Arab, negara Teluk, dan negara Muslim di kawasan," ungkapnya dengan data yang jelas.

Iran Dianggap Abaikan Solusi Diplomasi

Faisal juga mengkritik Iran karena dianggap terus mengabaikan langkah-langkah diplomasi yang telah diusulkan. Ia mencontohkan bahwa Iran bahkan melakukan serangan saat para menteri dari negara Teluk dan negara Islam berkumpul di Riyadh pekan lalu.

"Iran bahkan melakukan serangan saat para menteri negara Teluk dan negara Islam berkumpul di Riyadh pekan lalu. Ini bukti Iran tidak mengakui solusi diplomasi yang kita usulkan," tegasnya dengan nada kecewa.

Dukungan Internasional untuk Penghentian Serangan

Arab Saudi, lanjut Faisal, menyambut baik dukungan internasional terhadap penghentian serangan Iran. Ia menyebutkan bahwa 136 negara Anggota PBB telah sepakat melalui Resolusi DK PBB Nomor 2817 untuk menuntut Iran menghentikan eskalasi konflik.

"Resolusi ini meminta Iran segera menghentikan semua serangan dan aksi yang memicu ketegangan di kawasan," imbuhnya, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional.

Tindakan Iran yang berlanjut ini, menurut Faisal, telah menyebabkan meningkatnya ketidakpercayaan dari negara-negara kawasan hingga komunitas internasional. Ia menyimpulkan bahwa serangan ini justru membuat Iran semakin terisolasi di panggung global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga