Postingan Dubes Iran Dihapus, Agenda Perundingan AS-Iran di Islamabad Timbulkan Tanda Tanya
Islamabad - Sebuah postingan media sosial dari Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, yang menyebutkan kedatangan delegasi negosiasi ke Islamabad telah dihapus. Hal ini menimbulkan ketidakpastian baru mengenai perundingan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Pakistan.
Konten yang Dihapus dan Pernyataan Resmi
Dalam postingan di platform X pada Kamis (9/4/2026) waktu setempat, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Moghadam menyatakan bahwa delegasi Iran diperkirakan tiba di Islamabad pada malam hari untuk pembicaraan serius. Postingan tersebut juga mengutip dukungan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, meskipun ada skeptisisme akibat pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.
"Delegasi Iran tiba malam ini di Islamabad untuk pembicaraan serius berdasarkan 10 poin yang diusulkan oleh Iran," tulis Moghadam dalam postingan yang kemudian dihapus tersebut.
Seorang pejabat Kedutaan Besar Iran di Islamabad mengonfirmasi kepada AFP bahwa postingan itu dihapus "karena beberapa masalah". Pejabat itu menolak menjawab pertanyaan mengenai apakah delegasi masih diharapkan tiba, dan hanya berkomentar, "Waktu -- kami seharusnya tidak mempostingnya."
Laporan Media Iran dan Syarat Baru
Ketidakpastian ini diperkuat oleh laporan dari kantor berita Iran, Fars News Agency, yang dikutip Anadolu Agency. Menurut laporan tersebut, Iran secara resmi memberitahu otoritas Pakistan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam perundingan damai dengan AS di Islamabad hingga gencatan senjata diberlakukan di Lebanon.
Fars News Agency mengutip sumber yang memahami persoalan, menyebutkan bahwa tim negosiasi Iran belum tiba di ibu kota Pakistan dan tidak berencana menghadiri perundingan sampai Israel berhenti membombardir Lebanon. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Teheran mengenai partisipasi dalam negosiasi yang sebelumnya dijadwalkan pada Jumat (10/4).
Eskalasi Konflik dan Posisi Para Pihak
Militer Israel dilaporkan meningkatkan serangan udara di seluruh wilayah Lebanon sejak Rabu (8/4), menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai 1.150 orang lainnya. Eskalasi ini terjadi meskipun ada pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran yang disepakati pada Selasa (7/4).
Pakistan sebagai mediator menegaskan bahwa gencatan senjata itu mencakup Lebanon, dengan Iran menyampaikan penegasan serupa. Namun, Israel dan AS menyangkal klaim tersebut, menambah kompleksitas situasi.
Persiapan Pakistan dan Agenda Gedung Putih
Pakistan sebelumnya telah bersiap menjadi tuan rumah perundingan lanjutan antara AS dan Iran. Gedung Putih menyatakan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance akan memimpin negosiasi di Islamabad pada "akhir pekan ini", menandakan harapan tinggi untuk dialog yang konstruktif.
Namun, penghapusan postingan Dubes Iran dan laporan penolakan partisipasi telah mengaburkan prospek tersebut. Para pengamat kini mempertanyakan apakah negosiasi akan berlangsung sesuai jadwal atau tertunda hingga kondisi di Lebanon membaik.
Insiden ini menyoroti sensitivitas diplomasi di kawasan yang tengah memanas, di mana setiap pernyataan publik dapat mempengaruhi dinamika negosiasi yang rumit. Kedutaan Besar Iran di Islamabad belum memberikan klarifikasi lebih lanjut, meninggalkan ruang bagi spekulasi dan analisis dari berbagai pihak.



