Dubes Iran di Rusia Bantah Laporan Mojtaba Khamenei Jalani Operasi di Moskow
Dubes Iran Bantah Mojtaba Khamenei Operasi di Moskow

Dubes Iran di Rusia Bantah Laporan Mojtaba Khamenei Jalani Operasi di Moskow

Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, secara tegas membantah laporan yang menyebutkan bahwa pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, saat ini berada di Rusia untuk menjalani perawatan medis. Dalam pernyataannya yang dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, pada Selasa (17/3/2026), Jalali menegaskan bahwa pemimpinnya tidak perlu melarikan diri atau bersembunyi di tempat-tempat aman seperti bunker.

Pernyataan Resmi dari Diplomat Iran

"Para pemimpin Iran tidak perlu melarikan diri atau bersembunyi di bunker, tempat mereka adalah di jalanan di tengah rakyat," kata Kazem Jalali dengan penuh keyakinan. Ia menambahkan bahwa keberadaan pemimpin Iran selalu bersama masyarakat, menegaskan komitmen mereka untuk tetap dekat dengan rakyat dalam segala situasi.

Laporan yang beredar mengenai Mojtaba Khamenei dipindahkan ke Rusia untuk perawatan medis dinilai oleh Jalali sebagai bentuk baru perang psikologis. Ia menekankan bahwa para pemimpin Iran tidak memiliki alasan untuk melarikan diri dari tanggung jawab mereka.

Respons terhadap Isu Perang Psikologis

Diplomat Iran itu juga menyampaikan pesan melalui platform media sosial X, di mana ia menulis, "Darah syahid Khamenei meniadakan efek perang psikologis dan banjir kebohongan." Pernyataan ini dimaksudkan untuk menguatkan bantahan terhadap laporan yang dianggapnya sebagai upaya untuk menciptakan kekacauan informasi.

Sebelumnya, dalam konferensi pers yang diadakan, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov memilih untuk tidak memberikan komentar terkait laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah datang ke Moskow untuk perawatan medis. Informasi ini pertama kali muncul di surat kabar Al Jarida, yang kemudian memicu berbagai spekulasi di kalangan media internasional.

Laporan tersebut telah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform berita, dengan banyak pihak mempertanyakan kebenarannya. Namun, dengan bantahan resmi dari Dubes Iran di Rusia, isu ini diharapkan dapat segera ditepis dan tidak menimbulkan gejolak lebih lanjut dalam hubungan bilateral antara Iran dan Rusia.