Dubes Iran Apresiasi Surat Ucapan Selamat Megawati untuk Pemimpin Tertinggi Baru Iran
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasi resmi dari Pemerintah Iran atas surat ucapan selamat yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Surat tersebut ditujukan kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang telah meninggal dunia.
Apresiasi dari Pemerintah Iran
Dalam pernyataan yang dikutip oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, di Jakarta pada Minggu (15/3/2026), Dubes Boroujerdi menyebut bahwa Megawati selalu menjadi yang pertama dalam menyampaikan dukungan dan menggambarkan sosok pemimpin yang tidak hanya mencintai perdamaian, tetapi juga aktif memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam tata pergaulan global. "Pemerintah Iran sangat menghargai sikap tegas dan konsisten Ibu Megawati dalam mendukung hubungan bilateral yang harmonis," ujar Hasto.
Hasto juga menambahkan bahwa Dubes Iran mengharapkan sikap tegas Megawati tersebut dapat diikuti oleh Pemerintah Indonesia dalam kebijakan luar negerinya. Apresiasi ini disampaikan setelah Megawati secara pribadi menyerahkan surat ucapan selamat kepada Mojtaba Khamenei melalui perantara Dubes Boroujerdi dalam pertemuan beberapa hari sebelumnya.
Isi Surat Megawati yang Penuh Makna
Surat yang ditandatangani Megawati pada 9 Maret 2026 di Jakarta berisi ucapan selamat yang tulus atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Rahbar (Pemimpin Tertinggi) Republik Islam Iran melalui keputusan demokratis dari 88 anggota Majelis Pakar. Megawati menekankan bahwa pemilihan ini berlangsung di tengah tantangan dan situasi yang tidak sepenuhnya kondusif, namun mampu mendapatkan kepercayaan besar dari para ulama dan rakyat Iran.
Dalam suratnya, Megawati juga menyoroti perjuangan ayahnya, Bung Karno, sebagai Proklamator dan Presiden Pertama Indonesia, yang selalu menekankan pentingnya persatuan nasional, kemandirian bangsa, dan kokoh dalam mempertahankan kedaulatan. "Bung Karno dalam seluruh sejarah perjuangannya terus menghimpun persaudaraan bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk membangun tata dunia baru," tulis Megawati.
Megawati mengaitkan pemikiran geopolitik Bung Karno dengan upaya mewujudkan kesetaraan, keadilan, dan perdamaian dunia, serta menyebut bahwa bangsa Iran telah menunjukkan karakter dan semangat juang yang luar biasa meski menghadapi tekanan dan sanksi ekonomi yang berkepanjangan. Ia menyebut Iran sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, sesuai dengan konsep Trisakti Bung Karno.
Harapan untuk Peran PBB dan Dunia yang Berkeadilan
Megawati juga menyampaikan harapannya agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat memainkan peran aktif dalam menjunjung tinggi harkat kemanusiaan, menghentikan invasi sepihak, menghargai kedaulatan negara-negara merdeka, dan menyelesaikan konflik melalui dialog konstruktif. "Sudah saatnya PBB mengambil peran sentral dengan dukungan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang merindukan dunia damai," tulisnya.
Surat ditutup dengan doa tulus agar Mojtaba Khamenei memperoleh kekuatan, kebijaksanaan, dan bimbingan Ilahi untuk membawa Iran keluar dari krisis, menuntun bangsa Iran menuju kemajuan yang berkeadilan dan bermartabat, serta membangun dunia yang lebih damai bagi seluruh umat manusia.
Megawati menyebut ini sebagai surat kedua yang disampaikannya kepada pemimpin Iran, menandakan perhatian khusus terhadap hubungan bilateral kedua negara. "Saya merasa gembira bahwa Iran sekarang sudah punya pemimpin kembali," ucap Megawati dalam pertemuan dengan Dubes Boroujerdi.
