China Kutuk Pembunuhan Kepala Keamanan Iran Ali Larijani oleh Israel
China secara resmi mengutuk pembunuhan kepala keamanan nasional Iran, Ali Larijani, yang tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel. Pemerintah Beijing menilai tindakan ini sebagai langkah yang sama sekali tidak dapat diterima dalam hubungan internasional.
Pernyataan Tegas dari Kementerian Luar Negeri China
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Kamis (19/3/2026), menegaskan bahwa China selalu menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan antarnegara. "Kami selalu menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional. Tindakan membunuh para pemimpin negara Iran dan menyerang target sipil bahkan lebih tidak dapat diterima," ujar Lin Jian dengan tegas.
Lin Jian juga menambahkan bahwa China mendesak semua pihak yang terlibat untuk segera menghentikan operasi militer mereka. "China mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah situasi regional menjadi tidak terkendali," imbuhnya. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas kematian Larijani, yang merupakan tokoh paling terkemuka di Iran yang gugur sejak pemimpin tertinggi Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior lainnya meninggal dalam gelombang serangan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Upaya Mediasi dan Bantuan Kemanusiaan dari China
Beijing telah berupaya aktif untuk menengahi konflik yang terjadi di Timur Tengah. Utusan khusus China untuk kawasan tersebut, Zhai Jun, telah melakukan pertemuan dengan berbagai pejabat tinggi di seluruh wilayah pada bulan ini. Dalam kunjungannya, Zhai Jun menekankan pentingnya menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan.
"Target non-militer tidak boleh diserang, dan keamanan jalur pelayaran tidak boleh diganggu," kata Lin Jian, mengutip pesan dari Zhai Jun. Selain itu, Kementerian Luar Negeri China mengumumkan bahwa Beijing akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada beberapa negara yang terdampak, termasuk Iran, Lebanon, Yordania, dan Irak. Langkah ini menunjukkan komitmen China dalam meredakan ketegangan dan mendukung stabilitas regional.
Dukungan dari Rusia dan Reaksi Internasional
Sejalan dengan sikap China, mitra dekat Iran lainnya, Rusia, juga menyampaikan belasungkawa atas kematian Ali Larijani. Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan pesan dukungan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang diterbitkan oleh penyiar resmi Iran, IRIB.
Dalam pesannya, Putin menyebut Larijani sebagai "sahabat sejati" Rusia, yang telah berkontribusi besar dalam pengembangan kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Teheran. "Terimalah belasungkawa terdalam kami atas kematian Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Larijani," tulis Putin, seperti dilaporkan oleh kantor berita Rusia, Tass.
Putin juga menambahkan bahwa Larijani "akan tetap di hati kami" dan meminta agar belasungkawa serta dukungan tulus disampaikan kepada keluarga dan teman-teman almarhum. Pernyataan ini memperkuat posisi Rusia sebagai sekutu yang solid bagi Iran di tengah konflik yang semakin memanas.
Latar Belakang dan Implikasi Konflik
Ali Larijani dikenal sebagai tokoh kunci dalam keamanan nasional Iran, dan kematiannya menandai eskalasi baru dalam konflik Timur Tengah. China, meskipun merupakan mitra dekat Iran, juga telah mengkritik serangan Teheran terhadap negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS, menunjukkan kompleksitas hubungan diplomatik di kawasan ini.
Dengan kutukan dari China dan dukungan dari Rusia, insiden ini menyoroti semakin dalamnya keterlibatan kekuatan global dalam konflik regional. Upaya mediasi China dan bantuan kemanusiaannya mungkin menjadi langkah awal untuk meredakan ketegangan, namun jalan menuju perdamaian tetap penuh dengan tantangan.



