Militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa mereka telah menewaskan tiga terduga penyelundup narkoba dalam sebuah serangan terhadap kapal di perairan Karibia pada hari Jumat, 13 Februari 2026 waktu setempat. Dengan insiden ini, jumlah korban tewas dalam kampanye anti-narkoba yang digalakkan oleh pemerintah Washington kini mencapai setidaknya 133 orang, menandai eskalasi dalam upaya penegakan hukum di wilayah tersebut.
Pernyataan Resmi dari Komando Selatan AS
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui media sosial X, Komando Selatan AS menyatakan, "Tiga teroris narkoba tewas selama aksi ini. Tidak ada pasukan militer AS yang terluka." Pernyataan ini dikutip dari kantor berita AFP pada Sabtu, 14 Februari 2026, menggarisbawahi keberhasilan operasi tanpa cedera di pihak pasukan AS.
Latar Belakang Kampanye Serangan
Kampanye militer AS terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba dimulai pada awal September tahun lalu. Pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan bahwa mereka sedang berperang melawan apa yang disebut sebagai "teroris narkoba" yang beroperasi dari Venezuela. Sejak itu, puluhan serangan telah dilancarkan, memperluas jangkauan operasi dari Karibia hingga ke Pasifik.
Namun, para pejabat pemerintah AS belum memberikan bukti konkret yang menunjukkan bahwa kapal-kapal yang diserang benar-benar terlibat dalam perdagangan narkoba. Hal ini memicu perdebatan sengit mengenai legalitas operasi militer tersebut, dengan banyak pihak mempertanyakan dasar hukum dan dampaknya terhadap kedaulatan negara lain.
Konteks Politik dengan Venezuela
Serangan terbaru ini terjadi hampir enam minggu setelah penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan khusus AS. Otoritas Amerika Serikat menyatakan bahwa kampanye serangan ini bertujuan untuk mendorong perubahan rezim di negara Amerika Selatan tersebut, menambah dimensi politik pada operasi anti-narkoba.
Maduro saat ini dipenjara di Amerika Serikat, di mana ia telah menyatakan tidak bersalah atas tuduhan terkait narkoba dan senjata. Situasi ini semakin memperumit hubungan bilateral antara kedua negara dan memicu ketegangan di kawasan.
Dampak dan Implikasi
Operasi militer AS di Karibia telah menimbulkan berbagai reaksi, mulai dari dukungan hingga kritik tajam. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan termasuk:
- Peningkatan korban tewas dalam kampanye anti-narkoba Washington.
- Debat mengenai legalitas dan transparansi operasi militer di perairan internasional.
- Tensi politik yang meningkat antara AS dan Venezuela, dengan implikasi regional yang luas.
Dengan terus berlanjutnya serangan semacam ini, dunia internasional mengawasi dengan cermat perkembangan lebih lanjut, terutama dalam hal bukti dan justifikasi yang diberikan oleh pemerintah AS untuk tindakan-tindakan militernya.