AS dan Israel Serang Kompleks Khamenei dengan 30 Bom, Netanyahu Klaim Pemimpin Iran Tewas
AS-Israel Serang Kompleks Khamenei, Netanyahu Klaim Tewas

AS dan Israel Gencar Serang Iran, Kompleks Kediaman Khamenei Dihujani 30 Bom

Tentara Amerika Serikat dan Israel semakin meningkatkan intensitas serangan militer mereka ke wilayah Iran. Operasi gabungan kedua negara tersebut dilaporkan telah menyasar langsung kompleks kediaman pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dengan kekuatan yang sangat signifikan.

Laporan Bom Jatuh dan Klaim Kematian Khamenei

Menurut laporan dari jaringan Channel 12 Israel yang dikutip oleh AFP, sebanyak 30 bom dijatuhkan di kompleks kediaman Khamenei. Sumber tersebut menyebutkan bahwa Ali Khamenei diduga berada di bawah tanah saat serangan terjadi, meskipun kemungkinan tidak berada di bunker pribadinya sendiri.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengeluarkan pernyataan resmi usai serangan yang dilancarkan pada Sabtu (28/2). Dalam siaran televisi, Netanyahu dengan tegas mengklaim bahwa pihak Israel telah menemukan berbagai indikasi dan tanda-tanda yang menunjukkan Ali Khamenei tewas dalam operasi militer tersebut.

Pernyataan Netanyahu dan Respons Iran

"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung Teheran... dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi," ujar Netanyahu dalam pernyataannya yang disiarkan secara luas.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran yang menanggapi klaim yang dilontarkan oleh Israel. Keberadaan dan kondisi terkini Ali Khamenei pun masih menjadi misteri dan belum dapat dipastikan secara jelas oleh publik internasional.

Korban Jiwa dan Dampak Serangan

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan pada Sabtu malam bahwa serangan gabungan AS dan Israel telah mengakibatkan korban jiwa yang sangat besar. Setidaknya 201 orang dinyatakan tewas dan 747 orang lainnya mengalami luka-luka akibat dari operasi militer tersebut.

Serangan ini semakin memperuncing ketegangan di kawasan Timur Tengah dan menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas. Masyarakat internasional kini menunggu perkembangan lebih lanjut dan respons resmi dari pihak Iran mengenai situasi yang sangat kritis ini.