AS-Iran Kembali Berunding di Islamabad, Trump Isyaratkan Perkembangan Segera
AS-Iran Berunding di Islamabad, Trump Isyaratkan Perkembangan

AS dan Iran Kembali Gelar Perundingan di Islamabad, Trump Beri Isyarat Penting

Jakarta - Amerika Serikat (AS) dan Iran mengonfirmasi kemungkinan kembali menggelar perundingan di Islamabad, Pakistan, pada pekan ini. Presiden AS Donald Trump memberikan isyarat bahwa sesuatu yang signifikan mungkin terjadi dalam rentang waktu dua hari ke depan terkait dengan pembicaraan tersebut.

Pernyataan Trump yang Menggantung

"Anda sebaiknya tetap berada di sana, sungguh, karena sesuatu mungkin terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana," ujar Trump kepada seorang reporter New York Post yang sedang bertugas di Islamabad, seperti dilansir CNN, Rabu (15/4/2026).

Trump menambahkan, "Itu lebih mungkin terjadi, Anda tahu kenapa? Karena sang marsekal lapangan melakukan pekerjaan yang luar biasa." Pernyataan ini merujuk pada Marsekal Lapangan Pakistan, Jenderal Asim Munir, yang disebutnya "fantastis" dalam mendukung proses diplomasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penolakan Terhadap Lokasi Alternatif

Sebelumnya, Jenewa sempat diapungkan sebagai lokasi potensial lain untuk pembicaraan damai antara kedua negara. Namun, Trump tampak meremehkan kemungkinan tersebut dengan pertanyaan retoris, "Mengapa kita harus pergi ke negara yang tidak ada hubungannya dengan hal ini?"

Ketidakjelasan Perwakilan AS dan Isu Nuklir

Presiden Trump menolak menyebutkan secara spesifik siapa perwakilan dari Amerika Serikat yang akan berpartisipasi dalam putaran perundingan potensial berikutnya. Wakil Presiden JD Vance sebelumnya memimpin pihak AS dalam negosiasi di Pakistan selama akhir pekan lalu, yang berakhir tanpa mencapai kesepakatan.

Di sisi lain, Trump juga menyatakan ketidaksukaannya terhadap ide Iran menghentikan pengayaan uraniumnya selama 20 tahun, sebuah poin yang menurut laporan CNN diusulkan oleh negosiator AS. "Saya telah mengatakan bahwa mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," tegas Trump kepada New York Post. "Jadi, saya tidak suka (jangka waktu) 20 tahun itu."

Implikasi Diplomatik dan Keamanan Regional

Perundingan ini menandai upaya berkelanjutan untuk meredakan ketegangan antara AS dan Iran, yang telah lama bersitegang terutama terkait program nuklir Iran. Pemilihan Islamabad sebagai lokasi menunjukkan peran strategis Pakistan dalam diplomasi kawasan, dengan dukungan militer yang diakui oleh Trump.

Para analis memperkirakan bahwa perkembangan dalam dua hari ke depan, seperti yang diisyaratkan Trump, bisa mencakup:

  • Pengumuman jadwal resmi perundingan
  • Kesepakatan awal terkait kerangka pembicaraan
  • Peningkatan keterlibatan pihak ketiga sebagai mediator

Dengan tekanan waktu yang disebutkan Trump, dunia internasional kini menanti dengan cermat hasil dari diplomasi yang berpotensi mengubah dinamika keamanan di Timur Tengah dan Asia Selatan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga