AS dan Iran Bahas Gencatan Senjata 45 Hari untuk Akhiri Perang
AS-Iran Bahas Gencatan Senjata 45 Hari

AS dan Iran Dikabarkan Sedang Bahas Gencatan Senjata 45 Hari

Washington DC - Amerika Serikat (AS) dan Iran, bersama dengan sekelompok mediator regional, dikabarkan sedang membahas persyaratan untuk potensi gencatan senjata selama 45 hari. Negosiasi ini, jika berhasil, dapat mengarah pada diakhirinya perang secara permanen antara kedua negara.

Detail Negosiasi dan Sumber-Sumber Terkait

Perundingan tersebut dilaporkan oleh media Axios, yang mengutip keterangan dari empat sumber pejabat AS, Israel, dan sumber-sumber regional Timur Tengah yang mengetahui pembicaraan diplomatik ini. Reuters juga melaporkan hal serupa pada Senin (6/4/2026). Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan langsung terkait laporan ini.

Dalam laporannya, Axios menyebutkan bahwa negosiasi AS-Iran sedang berlangsung melalui mediator Pakistan, Mesir, dan Turki. Selain itu, komunikasi juga dilakukan melalui pesan teks antara Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proposal dan Tahapan Kesepakatan

Seorang pejabat AS yang dikutip Axios mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump telah memberikan beberapa proposal kepada Iran dalam beberapa hari terakhir. Namun, sejauh ini para pejabat Iran belum menerima proposal tersebut. Laporan Axios menyebut bahwa mediator dan kedua pihak yang berkonflik sedang membahas persyaratan untuk kesepakatan dua tahap.

  • Tahap Pertama: Potensi gencatan senjata selama 45 hari, di mana diakhirinya perang secara permanen akan dinegosiasikan.
  • Tahap Kedua: Kesepakatan untuk mengakhiri perang secara menyeluruh.

Laporan tersebut menambahkan bahwa gencatan senjata dapat diperpanjang jika diperlukan waktu tambahan untuk perundingan. Menurut sumber-sumber, mediator berpikir bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya dan solusi untuk uranium yang sangat diperkaya milik Iran—baik melalui pemindahannya dari negara tersebut atau pengencerannya—hanya dapat menjadi hasil dari kesepakatan akhir.

Isu Krusial dan Batas Waktu Trump

Kedua isu tersebut, yaitu Selat Hormuz dan uranium Iran, menjadi kartu tawar utama Iran dalam negosiasi. Teheran dikabarkan tidak akan setuju untuk sepenuhnya melepaskannya hanya untuk gencatan senjata selama 45 hari. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Wall Street Journal pada Minggu (5/4) bahwa dia menetapkan batas waktu Selasa (7/4) malam bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz, atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur penting.

Axios dalam laporannya menyebutkan bahwa mediator ingin melihat apakah Iran bersedia mengambil langkah parsial pada kedua isu tersebut dalam tahap pertama kesepakatan. Mediator juga mengupayakan langkah-langkah yang dapat diambil pemerintahan Trump untuk memberikan jaminan kepada Iran bahwa gencatan senjata tidak akan bersifat sementara dan perang tidak akan berlanjut.

Kekhawatiran Iran dan Situasi Regional

Para pejabat Teheran telah memperjelas kepada mediator bahwa mereka tidak ingin terjebak dalam situasi seperti Gaza atau Lebanon, di mana ada gencatan senjata di atas kertas, tetapi AS dan Israel dapat kembali menyerang kapan pun mereka mau. Hal ini menunjukkan kompleksitas negosiasi dan pentingnya jaminan keamanan bagi Iran dalam proses perdamaian ini.

Negosiasi ini menjadi sorotan global karena dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Dengan batas waktu yang ditetapkan Trump, tekanan terhadap Iran semakin meningkat, sementara mediator berusaha mencari solusi yang dapat diterima kedua belah pihak untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga