Arab Saudi Usir Atase Militer Iran Setelah Wilayahnya Dibombardir
Arab Saudi Usir Atase Militer Iran Usai Serangan

Arab Saudi Usir Atase Militer Iran Setelah Wilayahnya Dibombardir

Jakarta - Arab Saudi telah mengambil langkah tegas dengan mengusir sejumlah pejabat militer Iran dan staf kedutaan besar di Riyadh. Tindakan ini diambil sebagai respons terhadap serangkaian serangan yang digambarkan sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap wilayah kerajaan dan negara-negara regional.

Kecaman Keras dari Kementerian Luar Negeri Saudi

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Saudi melalui Saudi Press Agency pada Minggu (22/3/2026), pemerintah Saudi mengecam keras tindakan Iran. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa penargetan berkelanjutan terhadap kedaulatan Arab Saudi, infrastruktur sipil, misi diplomatik, dan kepentingan ekonomi oleh Iran merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum dan norma internasional.

"Serangan ini tidak hanya melanggar kedaulatan kami, tetapi juga melanggar ketentuan Perjanjian Beijing dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 (2026), serta prinsip-prinsip bertetangga baik dan penghormatan terhadap kedaulatan negara," tambah pernyataan itu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Eskalasi dan Konsekuensi Serius

Kerajaan Arab Saudi menegaskan kembali kecaman kategorisnya terhadap serangan Iran, yang juga ditujukan kepada negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk dan negara-negara Arab serta Islam lainnya. Peringatan dikeluarkan bahwa eskalasi lebih lanjut akan memiliki konsekuensi serius bagi hubungan bilateral dan regional.

Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan bahwa otoritas setempat telah memberitahukan kedutaan Iran bahwa atase militer, asisten atase militer, dan tiga staf tambahan telah dinyatakan sebagai persona non grata. Mereka diharuskan meninggalkan Kerajaan dalam waktu 24 jam setelah pemberitahuan.

Latar Belakang dan Pernyataan Sebelumnya

Pernyataan ini menegaskan kembali peringatan sebelumnya yang dikeluarkan pada 9 Maret, yang memperingatkan bahwa serangan berkelanjutan oleh Iran merupakan eskalasi lebih lanjut yang akan berdampak besar pada hubungan ke depan. Arab Saudi menekankan komitmennya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan guna melindungi kedaulatan dan keamanannya.

"Kami mengutip hak kami untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, dan akan terus berupaya menjaga stabilitas regional," tegas pernyataan tersebut.

Insiden ini terjadi dalam konteks ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, dengan Arab Saudi dan Iran sering terlibat dalam persaingan geopolitik. Pengusiran pejabat militer ini menandai babak baru dalam dinamika hubungan kedua negara, yang dapat mempengaruhi keamanan regional secara keseluruhan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga