Arab Saudi Tegaskan Hak Penuh untuk Balas Serangan Iran
Pemerintah Arab Saudi secara tegas memperingatkan bahwa pihaknya memiliki hak penuh untuk merespons serangan-serangan yang dilancarkan oleh Iran, yang menargetkan ibu kota Riyadh dan berbagai wilayah lain di negara tersebut. Saudi menyebut rentetan serangan Iran itu sebagai tindakan terang-terangan dan pengecut, menandai ketegangan yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Peringatan Resmi dalam Sesi Kabinet
Peringatan resmi ini disampaikan dalam sesi rapat kabinet yang dipimpin oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri. Rapat digelar via videoconference pada Selasa malam, seperti dilaporkan oleh Arab News pada Rabu, 4 Maret 2026. Dalam pernyataannya, Saudi Press Agency (SPA) mengutip bahwa Kerajaan menegaskan kembali hak penuh untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan guna melindungi keamanan, integritas wilayah, warga negara, penduduk, dan kepentingan-kepentingan vitalnya, termasuk opsi untuk merespons agresi tersebut.
Sesi kabinet ini digelar setelah serangan-serangan Iran terus melanda sejumlah wilayah Saudi, termasuk serangan drone secara langsung terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh. Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengumumkan bahwa meskipun pertahanan udara negara berhasil mencegat sejumlah ancaman, Kedutaan Besar AS mengalami kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil.
Solidaritas dan Eskalasi Konflik
Dalam sesi tersebut, otoritas Saudi juga menegaskan solidaritas penuh dengan negara-negara tetangga yang menjadi target serangan Iran. Menegaskan kembali solidaritas penuh Arab Saudi dengan negara-negara sahabat yang wilayahnya menjadi sasaran agresi Iran yang terang-terangan, sebut SPA dalam laporannya. Hal ini menandakan front persatuan melawan ancaman regional yang semakin meningkat.
Kementerian Luar Negeri Saudi, dalam pernyataan terpisah, menyebut serangan terhadap kedutaan besar itu telah melanggar Konvensi Jenewa tahun 1949 dan Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik. Mereka memperingatkan bahwa perilaku Iran yang berulang secara mencolok ini akan mendorong kawasan menuju eskalasi lebih lanjut, mengindikasikan potensi konflik yang lebih luas.
Detail Serangan dan Respons Pertahanan
Al-Malki mengumumkan lebih lanjut bahwa pasukan Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan 8 drone lainnya yang menargetkan Riyadh dan Al-Kharj pada Selasa pagi. Serangan-serangan ini merupakan bagian dari gelombang agresi Iran yang dilancarkan untuk membalas pengeboman oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran, yang dimulai sejak Sabtu, 28 Februari waktu setempat.
Iran telah melancarkan serangan serentak terhadap negara-negara Teluk yang menampung aset militer dan pasukan AS dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini memperburuk ketegangan yang sudah lama terjadi antara kedua negara, dengan Arab Saudi menegaskan posisinya untuk mengambil langkah-langkah defensif dan ofensif jika diperlukan.
Dengan peringatan ini, Arab Saudi menunjukkan kesiapan untuk menghadapi ancaman dari Iran, sambil menggarisbawahi komitmennya untuk melindungi kedaulatan dan stabilitas regional. Eskalasi ini dipantau ketat oleh komunitas internasional, mengingat dampaknya yang potensial terhadap keamanan global.
