Arab Saudi Sambut Resolusi Dewan HAM PBB yang Kecam Serangan Iran
Arab Saudi Sambut Resolusi HAM PBB Kecam Serangan Iran

Arab Saudi Sambut Resolusi Dewan HAM PBB yang Mengecam Serangan Iran

Pemerintah Arab Saudi secara resmi menyatakan sambutan positif terhadap adopsi resolusi Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengutuk keras serangan Iran yang ditujukan kepada negara tersebut beserta beberapa negara tetangga di kawasan Teluk. Resolusi ini dinilai sebagai cerminan penolakan bersama komunitas internasional terhadap aksi agresif Teheran.

Pernyataan Resmi Kementerian Luar Negeri Saudi

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengeluarkan pernyataan pada Kamis, 26 Maret 2026, yang dikutip dari media Al Arabiya. Dalam pernyataan tersebut, pihak Saudi menegaskan bahwa adopsi resolusi oleh Dewan HAM PBB dengan konsensus para anggotanya menunjukkan solidaritas global dalam menolak serangan Iran.

"Kecaman terhadap tindakan keji ini sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia merupakan pesan kuat dari dunia internasional," bunyi pernyataan resmi tersebut. Arab Saudi juga menegaskan kembali kecamannya atas serangan Iran yang dinilai telah melanggar kedaulatan dan integritas teritorial.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Isi dan Implikasi Resolusi Dewan HAM PBB

Resolusi tersebut diadopsi secara bulat pada Rabu, 25 Maret 2026, waktu setempat. Dokumen ini secara khusus mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania. Resolusi juga menyerukan:

  • Ganti rugi penuh dan cepat kepada semua korban yang terdampak serangan.
  • Penghentian segera semua serangan tanpa provokasi yang dilancarkan Iran.
  • Kecaman terhadap upaya Iran menutup Selat Hormuz, yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.

Dewan HAM PBB yang beranggotakan 47 negara ini mendukung resolusi yang diajukan oleh enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk bersama Yordania. Resolusi ini menekankan bahwa menargetkan negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik merupakan "tindakan agresi yang terang-terangan dan tidak dapat dibenarkan."

Latar Belakang Konflik dan Serangan Balasan

Konflik ini berawal dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang menyebabkan tewasnya pemimpin tertinggi Iran dan memicu perang di Timur Tengah. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal ke berbagai wilayah, termasuk negara-negara Teluk yang diketahui memiliki pangkalan militer AS.

Negara-negara Teluk tersebut telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam konflik dan tidak mengizinkan wilayahnya digunakan AS untuk melancarkan serangan. Namun, serangan Iran tetap berlanjut, menimbulkan korban dan kerusakan di kawasan.

Dampak dan Reaksi Internasional

Resolusi Dewan HAM PBB ini diharapkan dapat meningkatkan tekanan internasional terhadap Iran untuk menghentikan serangannya. Arab Saudi, sebagai salah satu negara yang paling terdampak, menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya perdamaian dan menegakkan hukum internasional.

Komunitas global kini mengawasi langkah-langkah lebih lanjut yang akan diambil untuk memastikan stabilitas dan keamanan di Timur Tengah, sambil mendorong dialog untuk penyelesaian konflik secara damai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga