Arab Saudi Kecam Iran Langgar Hukum Internasional, Soroti Resolusi PBB
Arab Saudi Kecam Iran Langgar Hukum Internasional

Arab Saudi Kecam Iran Langgar Hukum Internasional, Soroti Resolusi PBB

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, secara tegas mengecam serangan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataannya di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026), Faisal menyebut tindakan Iran telah melanggar hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang digariskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Serangan Iran Ancam Fasilitas Vital dan Masyarakat Sipil

Faisal menekankan bahwa serangan Iran tidak hanya menargetkan fasilitas vital dan infrastruktur penting, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat sipil serta kapal-kapal yang berlayar di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. "Tindakan ini bertolak belakang dengan prinsip bertetangga baik dan berpotensi mengganggu stabilitas regional," ujarnya.

Dukungan Komunitas Internasional dan Resolusi PBB

Dubes Faisal menyambut baik sikap komunitas internasional yang mendukung posisi Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya. "Kerajaan Arab Saudi menyambut baik sikap yang disampaikan oleh komunitas internasional yang tidak pernah terjadi sebelumnya," katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia juga menyoroti dua resolusi penting:

  • Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817, yang disetujui oleh hampir 163 negara anggota.
  • Resolusi Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa, yang diadopsi secara bulat pada Rabu (25/3) waktu setempat.

Resolusi Dewan HAM PBB tersebut secara khusus mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara tetangga di Teluk dan menyerukan ganti rugi penuh serta cepat kepada semua korban. "Resolusi ini menegaskan kecaman terhadap serangan Iran, terutama yang menargetkan infrastruktur vital dan pelabuhan udara, termasuk terhadap negara-negara yang tidak terkait langsung dengan konflik," jelas Faisal.

Fokus pada Hak Asasi Manusia dan Diplomasi

Faisal menyatakan bahwa resolusi Dewan HAM PBB berfokus pada akibat serangan Iran, terutama dalam kaitannya dengan hak asasi manusia. "Dan tindakan itu tentunya bertolak belakang dan melanggar hukum internasional dan juga hukum-hukum yang berkaitan dengan misi yang telah digariskan oleh PBB," tegasnya.

Meski mengecam keras serangan Iran yang mengancam kedaulatan, keamanan, dan stabilitas kawasan, Faisal menegaskan bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tetap mengedepankan jalur diplomasi. "Kita menolak keras dan mengutuk secara keras tindakan-tindakan Iran yang mengarah kepada kapal-kapal yang berlayar di kawasan teluk, terutama di Selat Hormuz," kecamnya.

Dampak Keamanan dan Ekonomi Global

Dubes Faisal juga mengingatkan dampak luas dari konflik ini. "Dampaknya tentu sangat jelas sekali, yaitu dampak baik itu secara berkaitan dengan keamanan ataupun juga terhadap ekonomi global secara umum," katanya.

Latar belakang konflik ini bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran dan memicu perang di Timur Tengah. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal di seluruh wilayah, termasuk terhadap negara-negara Teluk yang memiliki pangkalan militer AS. Negara-negara Teluk tersebut telah menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam konflik dan tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk serangan AS.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga