Analis Kritik Serangan Trump-Israel ke Iran, Dinilai Lebih Menguntungkan Tel Aviv
Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Iran bersama Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, telah memicu gelombang kritik tajam dari para analis politik dan keamanan internasional. Mereka secara tegas menilai bahwa langkah militer ini justru lebih menguntungkan kepentingan strategis Israel, sementara berpotensi besar menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik berkepanjangan yang tidak sejalan dengan kepentingan nasionalnya sendiri.
Potensi Konflik yang Tidak Menguntungkan AS
Para pakar menyoroti bahwa serangan gabungan ini, meskipun dilancarkan atas nama stabilitas kawasan, pada dasarnya justru dapat memperumit posisi diplomatik dan keamanan Amerika Serikat di Timur Tengah. Mereka khawatir bahwa keterlibatan AS dalam operasi militer skala besar ini akan mengalihkan sumber daya dan perhatian dari prioritas domestik serta tantangan global lainnya. Lebih lanjut, analis memperingatkan bahwa konflik dengan Iran berisiko memicu eskalasi yang sulit dikendalikan, termasuk potensi balasan dari kelompok milisi yang didukung Tehran di berbagai wilayah.
Pernyataan Trump yang Kontradiktif
Kritik ini semakin mengemuka mengingat pernyataan Presiden Trump sendiri pada kunjungannya ke Timur Tengah pada Mei 2025 lalu. Saat itu, Trump dengan tegas menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat tidak lagi akan berfokus pada upaya "membangun negara" atau mengubah sistem pemerintahan negara lain. Ia bahkan secara terbuka mengkritik kebijakan presiden-presiden sebelumnya dengan menyatakan, "Para nation-builder justru menghancurkan lebih banyak negara daripada yang mereka bangun".
Pernyataan ini kini dianggap kontradiktif dengan aksi militer terbaru yang justru terlihat sebagai intervensi langsung dalam urusan internal Iran. Para analis mempertanyakan konsistensi kebijakan luar negeri Trump, yang di satu sisi mengklaim ingin menghindari keterlibatan dalam nation-building, tetapi di sisi lain melakukan serangan yang dapat dipandang sebagai upaya mengubah dinamika politik dan keamanan di Iran.
Dampak terhadap Hubungan Internasional
Serangan ini juga diperkirakan akan memperburuk hubungan Amerika Serikat dengan sekutu-sekutu tradisionalnya di Eropa, yang umumnya lebih mendukung pendekatan diplomatik dalam menangani isu nuklir Iran. Selain itu, langkah Trump berpotensi memicu kecaman dari kekuatan global seperti Rusia dan China, yang telah menyatakan penolakan terhadap penggunaan kekuatan militer di kawasan tersebut. Para analis menekankan bahwa tanpa dukungan internasional yang luas, Amerika Serikat mungkin akan menghadapi isolasi diplomatik dalam menangani konsekuensi dari serangan ini.
Secara keseluruhan, kritik dari para analis ini menyoroti dilema kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump. Di satu sisi, ada tekanan untuk mendukung sekutu seperti Israel, tetapi di sisi lain, ada risiko nyata bahwa Amerika Serikat akan terjerumus ke dalam konflik yang justru melemahkan posisinya secara global dan domestik.
