AHY Hadiri Ecosperity Week 2026 di Singapura, Bahas Ketahanan Kawasan Asia
AHY Hadiri Ecosperity Week 2026 di Singapura

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menghadiri Ecosperity Week 2026 yang diselenggarakan oleh Temasek di Singapura. Acara bergengsi ini berlangsung pada 18-19 Mei 2026 dan menjadi forum tahunan yang mempertemukan para pembuat kebijakan, investor, inovator, serta pemimpin sektor publik dan swasta dari berbagai negara.

Peran Strategis Indonesia dalam Pembangunan Berkelanjutan

Kehadiran AHY dalam forum global ini merupakan undangan langsung dari Chairman Temasek, Teo Chee Hean. Hal ini menunjukkan apresiasi terhadap peran strategis Indonesia dalam agenda pembangunan berkelanjutan dan penguatan ketahanan kawasan Asia. Pada penyelenggaraan sebelumnya, forum ini dihadiri sekitar 4.000 peserta, baik secara langsung maupun virtual.

Dalam pidato kuncinya, AHY menekankan pentingnya memperkuat ketahanan kawasan dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim, tekanan geopolitik, serta kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks. Ia menyampaikan pidato bertajuk "From Coastlines to Common Ground: Building a Resilient and Sustainable Asia" di Marina Bay Sands Convention Centre.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Agenda Strategis AHY di Ecosperity Week 2026

Rangkaian agenda AHY dimulai pada Minggu (18/5) dengan menghadiri Opening Dinner yang mempertemukan para pemimpin dunia usaha, investor, pemerintah, dan tokoh global dalam forum networking strategis. Pada Senin (19/5), AHY melakukan courtesy meeting dengan Chairman Temasek, Teo Chee Hean untuk membahas peluang kerja sama strategis di bidang pembangunan infrastruktur berkelanjutan, ketahanan kawasan pesisir, konektivitas, serta penguatan kemitraan investasi Indonesia-Singapura.

Usai pertemuan tersebut, AHY memberikan keynote address pada sesi utama Innovation Day Plenary. Dalam pidatonya, ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara untuk membangun infrastruktur yang tangguh, hijau, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki pengalaman dan perspektif strategis dalam pembangunan kawasan pesisir, konektivitas antarpulau, ketahanan pangan, air, dan energi, hingga pengembangan infrastruktur yang resilien terhadap perubahan iklim," ujar AHY dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).

Memperkuat Posisi Indonesia di Kancah Global

Kehadiran AHY dalam forum ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra penting dalam percakapan global mengenai masa depan pembangunan berkelanjutan di Asia. Partisipasi Indonesia dalam Ecosperity Week 2026 mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan, ketahanan, dan pemerataan pembangunan.

Sejalan dengan visi pembangunan nasional, infrastruktur dipandang sebagai fondasi penting untuk memperkuat daya saing bangsa sekaligus memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal. Selain menjadi ajang pertukaran gagasan dan pengalaman global, keikutsertaan AHY dalam Ecosperity Week 2026 diharapkan dapat memperluas peluang kerja sama internasional dan menarik investasi berkualitas guna mendukung agenda pembangunan Indonesia ke depan.

Tokoh Global yang Hadir

Forum tahun ini turut menghadirkan sejumlah tokoh dan pemimpin global dari sektor investasi, keuangan, teknologi, energi, keberlanjutan, dan infrastruktur. Di antaranya Chairman Temasek Teo Chee Hean, Chairman Rio Tinto Dominic Barton, Chair of the UN High-Level Expert Group on Net-Zero Commitments Catherine McKenna, Director Potsdam Institute for Climate Impact Research Prof. Dr. Johan Rockström, Chairman India Temasek sekaligus mantan CEO DBS Piyush Gupta, Chairman Surbana Jurong Chaly Mah, serta perwakilan berbagai institusi global seperti BlackRock, Google, DBS, Amundi, BloombergNEF, dan World Bank Group.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga