30.000 Warga Lebanon Mengungsi Akibat Serangan Udara Israel yang Intensif
30.000 Warga Lebanon Mengungsi Akibat Serangan Israel

Krisis Kemanusiaan di Lebanon: 30.000 Warga Mengungsi Akibat Serangan Israel

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa sekitar 30.000 warga Lebanon telah terpaksa meninggalkan rumah mereka menyusul serangan udara intensif yang dilancarkan oleh Israel. Konflik ini kembali memanas setelah kelompok Hizbullah menargetkan pangkalan militer Israel sebagai balasan atas serangan terhadap benteng-benteng mereka di Lebanon.

Pengungsian Besar-besaran di Tengah Serangan Udara

Babar Baloch, juru bicara badan pengungsi PBB (UNHCR), menyatakan dalam konferensi pers di Jenewa bahwa pengungsian massal terjadi di Lebanon selatan, Bekaa, dan pinggiran selatan Beirut. Hal ini dipicu oleh peringatan evakuasi yang dikeluarkan Israel untuk lebih dari 53 desa di Lebanon, diikuti serangan udara yang gencar.

"Perkiraan konservatif menunjukkan hampir 30.000 orang ditampung di tempat penampungan kolektif. Banyak lainnya tidur di mobil mereka di pinggir jalan," jelas Baloch. Dia menambahkan bahwa semakin banyak warga berusaha pergi dengan berjalan kaki mencari keselamatan di area lain.

Eskalasi Kekerasan dan Serangan Balasan

Kelompok Hizbullah, pada Selasa (3/3/2026), menembakkan proyektil ke tiga pangkalan militer Israel sebagai respons atas serangan Israel. Ravina Shamdasani, juru bicara kantor HAM PBB, menyatakan keprihatinan mendalam atas peningkatan permusuhan ini.

"Kami mendesak kedua pihak untuk segera mengakhiri kekerasan dan kembali ke gencatan senjata," tegas Shamdasani. Dia mengutip laporan tentang korban sipil, kerusakan infrastruktur, dan pengungsian signifikan akibat serangan Israel di Lebanon selatan.

Latar Belakang Konflik dan Dampak Kemanusiaan

Pertempuran terbaru pecah setelah Hizbullah meluncurkan roket dan drone ke Israel pada Senin (2/3) pagi, sebagai balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS dan Israel. Israel membalas dengan menggempur area basis Hizbullah, termasuk pinggiran selatan Beirut dan desa-desa di Lebanon selatan.

Militer Israel bersumpah akan mengintensifkan serangan dan membuat Hizbullah membayar "harga yang mahal". Pemerintah Lebanon melaporkan serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 52 orang dan melukai 154 lainnya, memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.