Studi: Emosi Politik Terasa Berbeda di Tubuh, Ini Dampaknya
Studi: Emosi Politik Terasa Berbeda di Tubuh

KOMPAS.com - Dinamika politik sering kali menguras emosi dan terasa melelahkan. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa emosi yang dipicu oleh isu-isu politik ternyata dirasakan secara berbeda oleh tubuh manusia dibandingkan dengan emosi akibat masalah sehari-hari.

Perbedaan Emosi Politik dan Emosi Sehari-hari

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Royal Holloway, University of London ini menemukan bahwa respons tubuh terhadap emosi politik memiliki pola yang unik. Emosi seperti marah, takut, atau bahagia yang berkaitan dengan politik memicu sensasi fisik yang berbeda di area tubuh tertentu.

Implikasi bagi Demokrasi

Menurut Manos Tsakiris, salah satu peneliti, memahami fenomena ini dapat memberikan petunjuk penting tentang bagaimana masyarakat bisa tetap tenang sambil tetap menjadi warga negara yang selalu update dan aktif terlibat. "Merasakan lebih banyak (emosi) mungkin merupakan hal yang baik bagi demokrasi," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penelitian ini diharapkan dapat membantu individu mengelola emosi politik mereka dengan lebih baik, sehingga partisipasi politik tetap sehat dan konstruktif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga