Hoax Skandal Sandiaga Uno dan Jahja Setiaatmadja, Foto Manipulasi AI
Hoax Skandal Sandiaga Uno dan Jahja, Foto AI

Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Kompas.id memberitakan skandal yang melibatkan Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menpar) RI, Sandiaga Uno, dan Presiden Komisaris PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Jahja Setiaatmadja. Narasi tersebut disertai foto yang memperlihatkan Sandiaga Uno memukuli Jahja di acara talkshow "Catatan Demokrasi". Setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, unggahan tersebut dipastikan sebagai kabar bohong.

Foto Hasil Manipulasi Kecerdasan Buatan

Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa foto yang beredar adalah hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Foto asli berasal dari momen berbeda yang tidak terkait dengan kekerasan fisik. Manipulasi ini dilakukan untuk menyesatkan publik dan menimbulkan kesan negatif terhadap kedua tokoh tersebut.

Narasi palsu ini pertama kali dibagikan oleh akun Facebook pada Senin, 27 Juli 2026. Akun tersebut mengklaim bahwa Kompas.id, situs berita berbayar milik Kompas, melaporkan skandal tersebut. Namun, setelah dilakukan pencarian di portal resmi Kompas.id, tidak ditemukan satupun artikel yang membahas skandal antara Sandiaga Uno dan Jahja Setiaatmadja seperti yang diklaim.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bantahan dari Pihak Terkait

Menurut Tim Cek Fakta Kompas.com, unggahan tersebut termasuk dalam kategori konten buatan AI yang sengaja disebarkan untuk memicu misinformasi. "Kami memastikan bahwa foto tersebut bukanlah foto asli, melainkan hasil rekayasa AI. Tidak ada peristiwa pemukulan seperti yang digambarkan," ujar perwakilan Tim Cek Fakta Kompas.com.

Kompas.id sendiri merupakan platform berita yang menyajikan konten-konten mendalam dan terverifikasi. Tidak ada laporan resmi yang mendukung klaim skandal antara Sandiaga Uno dan Jahja Setiaatmadja. Kedua tokoh tersebut dikenal memiliki rekam jejak profesional yang baik dan tidak terlibat dalam insiden kekerasan semacam itu.

Dampak dan Imbauan

Misinformasi semacam ini berpotensi merusak reputasi individu dan institusi. Publik diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Tim Cek Fakta Kompas.com secara rutin memverifikasi konten-konten mencurigakan yang beredar di media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan hoax tersebut masih beredar di Facebook. Namun, Tim Cek Fakta Kompas.com telah melaporkan konten tersebut kepada pihak Facebook untuk ditindaklanjuti. Masyarakat diharapkan lebih kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga