Usia Masuk SD 5,5 Tahun Berpotensi Picu Perebutan Kursi
Usia Masuk SD 5,5 Tahun Picu Perebutan Kursi

Kebijakan baru yang memperbolehkan siswa masuk Sekolah Dasar (SD) mulai usia minimal 5,5 tahun berpotensi memicu persaingan ketat memperebutkan kursi di sekolah negeri. Hal ini menyusul pernyataan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bahwa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026, siswa berusia 5,5 tahun dapat mendaftar ke SD.

Pengamat Ingatkan Kondisi Daerah Berbeda

Pengamat pendidikan, Ina Liem, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kondisi geografis dan kepadatan penduduk yang sangat beragam antar daerah. Oleh karena itu, aturan ini tidak bisa diterapkan secara seragam di seluruh wilayah. Ia menekankan perlunya kebijakan yang fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi lokal.

Prioritas untuk Siswa Lebih Tua

Jika daya tampung sekolah negeri terbatas, langkah yang harus diambil adalah mendahulukan calon siswa yang usianya lebih tua. Hal ini penting agar mereka tidak mengalami keterlambatan masuk sekolah. Ina Liem juga menyoroti potensi masalah jika aturan ini tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas sekolah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Kebijakan usia minimal 5,5 tahun berlaku mulai SPMB 2026.
  • Pengamat menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi geografis dan demografis setiap daerah.
  • Sekolah negeri dengan daya tampung terbatas harus memprioritaskan siswa yang lebih tua.

Dampak Potensial di Lapangan

Kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan jumlah pendaftar di SD negeri, terutama di daerah perkotaan dengan populasi padat. Tanpa penambahan ruang kelas atau guru, persaingan masuk SD bisa semakin ketat. Orang tua pun diimbau untuk mempersiapkan diri dengan mencari informasi mengenai daya tampung sekolah sejak dini.

Kemendikdasmen diharapkan dapat memberikan panduan lebih rinci mengenai mekanisme seleksi dan prioritas usia dalam SPMB 2026. Dengan demikian, kebijakan ini dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kekacauan di lapangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga